Evan Dimas Darmono mantan pemain Timnas Indonesia, berharap film dokumenter tentang perjalanan Timnas Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi pesepak bola muda.
Menurutnya, dokumentasi perjalanan sebuah tim tidak hanya merekam sejarah, tetapi juga mewariskan nilai perjuangan dan pembelajaran dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Evan menilai, sepak bola seharusnya tidak hanya berhenti pada pertandingan dan hasil akhir. Perjalanan, nilai-nilai positif, serta pengalaman para pemain juga perlu diabadikan melalui karya seperti film maupun buku.
“Sepak bola itu bukan hanya soal pertandingan selesai, tetapi memang harus dikaryakan. Nilai-nilai positif itu harus dituangkan dalam suatu film ataupun buku,” kata Evan Dimas usai menyaksikan pemutaran film dokumenter “The Longest Wait” di Surabaya, Sabtu (7/11/2026).
Film tersebut mengangkat perjalanan emosional, perjuangan di balik layar, hingga upaya bersejarah Timnas Indonesia dalam mengejar tiket ke Piala Dunia 2026.
Menurut Evan, film dokumenter dapat menjadi sarana bagi pemain muda untuk mengenal sejarah Timnas Indonesia dari berbagai era.
Dengan begitu, mereka bisa memahami perjuangan pemain terdahulu sekaligus mengambil pelajaran untuk melanjutkan perjalanan sepak bola nasional.
Ia mencontohkan, pemain yang masih membela Timnas kelompok usia 15 tahun dapat mempelajari perjalanan seniornya melalui dokumentasi yang tersedia. Jejak perjuangan tersebut diharapkan tidak hilang begitu saja ketika sebuah generasi berganti.
“Setiap perjalanan mesti meninggalkan jejak. Mesti ada pelajaran yang diambil. Jadi, adik-adik yang masih junior itu tahu sejarahnya Timnas dari era ke era. Sehingga bisa meneruskan perjuangan,” ujarnya. (saf)
NOW ON AIR SSFM 100

