Sebaliknya, popularitas dan kekayaan tersebut harus dimanfaatkan untuk membantu orang lain serta memberikan manfaat yang lebih luas.
“Dia enggak silau dengan ketenaran, enggak silau dengan kekayaan. Dia bisa menggunakan ketenarannya dengan baik. Kekayaan ini tidak menjadikan dia sombong, tetapi bisa membantu orang lain,” ujarnya.
Evan juga berharap sepak bola dapat menjadi ruang yang aman dan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Perbedaan budaya maupun kelompok seharusnya menjadi kekuatan untuk saling belajar, bukan sumber perselisihan.
Bahkan, ia melihat peluang untuk mengembangkan sepak bola melalui kolaborasi dengan kebudayaan daerah. Gerakan-gerakan dalam latihan, misalnya, dapat terinspirasi dari tarian tradisional berbagai wilayah di Indonesia.
Menurutnya, perpaduan sepak bola dan budaya lokal dapat menjadi identitas tersendiri bagi pemain Indonesia, sekaligus memperkaya karakter permainan nasional. (saf)
NOW ON AIR SSFM 100

