Selasa, 10 Februari 2026

Gas Pol Menuju PON 2028, Puslatda Jatim Dimulai April 2026

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
M. Nabil Ketua KONI Jawa Timur (kanan) ketika dilantik untuk kepengurusan KONI Jatim periode 2026-2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Selasa (10/2/2026). Foto: Humas KONI Jatim

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) langsung tancap gas usai pelantikan pengurus periode 2025–2029. Fokus utama kini tertuju pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028, di mana program Pusat Latihan Daerah (Puslatda) dijadwalkan bakal digulirkan mulai April mendatang.

Namun, Puslatda kali ini dipastikan tidak akan menjadi zona nyaman bagi para atlet. M. Nabil Ketua Umum KONI Jatim menegaskan, pihaknya akan menerapkan sistem promosi dan degradasi (promdeg) yang sangat ketat untuk menjamin hanya atlet terbaik yang berangkat mewakili Jawa Timur.

“Pokoknya kita sudah mendesain dengan melakukan Puslatda. Tinggal kita secara bertahap jalannya, karena tidak bisa diputuskan hari ini. Karena kita kan masih melakukan promosi dan degradasi juga terhadap atlet-atlet yang ada,” terang Nabil usai pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Nabil menjelaskan bahwa evaluasi tak hanya dilakukan berdasarkan performa di lapangan, tetapi juga melalui parameter yang terukur secara saintifik. Tes fisik dan hasil di berbagai ajang nasional akan menjadi alat ukur utama.

“Kalau tidak memenuhi standar kita, ya mesti didegradasi kalau. Ini terus bergerak, mulai dari tes fisiknya, termasuk event-event yang diikuti. Atau alat ukur-alat ukur standar nasional yang kita punya nanti. Puslatda nanti mulai April,” terang Nabil.

Selain fokus pada internal atlet, Nabil juga menginstruksikan setiap cabang olahraga (cabor) untuk memperkuat intelijen olahraga mereka. Hal ini terutama ditekankan menjelang gelaran PON Bela Diri 2026. Ia meminta setiap pengurus cabor mempresentasikan peta kekuatan lawan secara mendalam.

“Ketika mengatakan kuat, apa karena rivalnya sudah berkurang kekuatannya atau memang kita belum tahu petanya. Itu yang harus lengkap. Itu yang saya perhatikan,” tegas Nabil.

“Saya suruh mereka presentasi untuk menunjukkan siapa saja rival-rival mereka. Apakah lawan dikatakan kuat karena kita yang belum tahu petanya, atau memang mereka punya keunggulan spesifik. Itu yang saya perhatikan betul,” jelasnya.

Perlu diketahui, PON Bela Diri II 2026 akan diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 mendatang. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 10 Februari 2026
26o
Kurs