Menurut Ashley, catur melatih fokus dan konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, disiplin berpikir, menyusun strategi, hingga keberanian mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensinya.
Ia juga menekankan pentingnya belajar dari kekalahan. Pengalaman menghadapi kekalahan, menurut Ashley, merupakan bagian dari proses seseorang untuk memahami kesalahan dan terus berkembang.
Pesan tersebut juga menjadi bagian dari gagasan “Chess for the Next Generation”, yakni mengenalkan catur kepada anak-anak dan remaja bukan semata untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun pola pikir strategis, kesabaran, sportivitas, dan kemampuan mengambil keputusan.
“Saya sangat senang melihat antusiasme terhadap catur di Indonesia dan bisa berbagi pengalaman dengan generasi muda di sini. Saya berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang mengenal catur, menikmatinya, dan mendapatkan manfaat darinya untuk masa depan mereka,” tambah Ashley.
Ashley merupakan salah satu figur penting dalam dunia catur internasional. Pada 1999, ia menjadi grandmaster kulit hitam pertama dalam sejarah catur.

NOW ON AIR SSFM 100

