Minggu, 27 September 2026

GM Maurice Ashley Bagikan Pelajaran Hidup dari Catur di Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Maurice Ashley Grandmaster (GM) catur membagikan pengalaman dan pandangannya tentang manfaat catur bagi generasi muda dalam acara "Chess for the Next Generation" di Nongkitiam Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (26/9/2026). Foto: Istimewa.

Maurice Ashley Grandmaster (GM) catur asal Amerika Serikat membagikan pengalaman dan pandangannya tentang manfaat catur bagi generasi muda dalam acara “Chess for the Next Generation” di Nongkitiam Bintaro, Tangerang Selatan.

Ashley yang tengah berkunjung dan berlibur di Indonesia menyempatkan diri bertemu komunitas serta pecinta catur Indonesia. Kegiatan tersebut diinisiasi sejumlah penggemar catur bersama Percasi Banten dan Percasi Tangerang Selatan.

Selain berbincang mengenai perjalanan kariernya, Ashley juga berinteraksi dengan atlet-atlet catur muda melalui duel eksibisi dan sesi berbagi pengalaman.

Bagi Ashley, catur tidak sebatas permainan untuk mencari kemenangan. Aktivitas di atas papan catur dapat melatih kemampuan yang juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Catur lebih dari sekadar permainan. Catur mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, berpikir, menganalisis situasi, dan memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi,” ujar Maurice Ashley.

Menurut Ashley, catur melatih fokus dan konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, disiplin berpikir, menyusun strategi, hingga keberanian mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensinya.

Ia juga menekankan pentingnya belajar dari kekalahan. Pengalaman menghadapi kekalahan, menurut Ashley, merupakan bagian dari proses seseorang untuk memahami kesalahan dan terus berkembang.

Pesan tersebut juga menjadi bagian dari gagasan “Chess for the Next Generation”, yakni mengenalkan catur kepada anak-anak dan remaja bukan semata untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun pola pikir strategis, kesabaran, sportivitas, dan kemampuan mengambil keputusan.

“Saya sangat senang melihat antusiasme terhadap catur di Indonesia dan bisa berbagi pengalaman dengan generasi muda di sini. Saya berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang mengenal catur, menikmatinya, dan mendapatkan manfaat darinya untuk masa depan mereka,” tambah Ashley.

Ashley merupakan salah satu figur penting dalam dunia catur internasional. Pada 1999, ia menjadi grandmaster kulit hitam pertama dalam sejarah catur.

Perjalanan Ashley menuju gelar tersebut juga menjadi bagian yang dibagikannya kepada peserta. Ia mulai serius menekuni catur ketika remaja di Brooklyn, New York, sebelum menjalani proses panjang melalui latihan dan kompetisi hingga meraih gelar Grandmaster.

Ashley menceritakan bagaimana proses bermain catur mengajarkan seseorang untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Pemain perlu melihat ancaman, mempertimbangkan langkah lawan, menganalisis berbagai kemungkinan, kemudian menentukan langkah yang dianggap paling tepat.

Maurice Ashley Grandmaster (GM) catur asal Amerika Serikat menandatangani sertifikat untuk peserta “Chess for the Next Generation” di Nongkitiam Bintaro, Tangerang Selatan. Foto: Istimewa

Proses tersebut, kata Ashley, membentuk apa yang disebut sebagai “discipline of the mind” atau disiplin dalam berpikir.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Achmad Dimyati Natakusumah Wakil Gubernur Banten yang dikenal sebagai pecinta catur. Ia menilai permainan tersebut memiliki manfaat dalam pembentukan karakter anak dan generasi muda.

“Catur bukan hanya berbicara mengenai menang atau kalah. Anak-anak belajar fokus, sabar, menyusun strategi, dan mengambil keputusan,” ujar Achmad Dimyati.

Dia berharap semakin banyak generasi muda di Banten mengenal dan mencintai catur, baik sebagai olahraga prestasi maupun aktivitas yang dapat membantu membangun karakter dan kemampuan berpikir.

Sementara itu, Chandra Syahriar Ketua Pelaksana Chess for the Next Generation mengatakan, kehadiran Ashley di Indonesia menjadi kesempatan bagi komunitas untuk menghadirkan pengalaman dan inspirasi langsung bagi generasi muda.

“Kami ingin memanfaatkan kesempatan langka kehadiran GM Maurice Ashley di Indonesia untuk memberikan inspirasi langsung kepada anak-anak dan komunitas catur. Maurice mempunyai perjalanan hidup yang luar biasa dan menunjukkan bahwa nilai catur jauh melampaui papan permainan,” katanya.

Chandra berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membuat catur semakin dekat dengan generasi muda.

“Harapan kami, Chess for the Next Generation tidak berhenti pada acara ini saja, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan untuk membuat catur semakin menarik, relevan, dan dekat dengan generasi muda,” tuturnya. (saf/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 27 September 2026
31o
Kurs