Selain itu, Matheus Cunha juga bukan hanya finisher namun rajin menjemput bola, membuka ruang untuk Vinícius dan pemain sayap lain, sehingga serangan Brasil lebih mengalir. Penampilan Rayan, selama Rapihnha cedera, memberi energi besar di sisi kanan melalui pressing dan lari vertikal.
Kabar baik bagi Brasil, Ancelotti mengkonfirmasi bahwa kondisi Neymar sudah pulih dan siap bermain. Raphinha juga sudah kembali berlatih.
Lini tengah Brasil menjadi fondasi utama permainan dalam membangun keseimbangan daripada permainan yang sangat individualistis.
Bruno Guimarees menjadi motor permainan. Ia menjadi penghubung pertahanan dan serangan, mampu mengatur tempo, mengirim umpan vertikal, dan menciptakan peluang. Sejauh ini, ia sudah mengoleksi empat umpan, terbanyak untuk Brasil, sehingga menjadi kreator utama tim.
Sedangkan, Casemiro tetap menjadi jangkar lini tengah. Meski usianya sudah 34 tahun, ia masih unggul dalam membaca permainan, memotong serangan lawan, dan memenangkan duel udara. Ia juga masih berbahaya saat situasi bola mati. Namun, Cedera Lucas Paqueta mengurangi kreativitas di area tengah. Tanpa Paqueta, beban membangun serangan lebih banyak berada di pundak Guimarees.

NOW ON AIR SSFM 100

