Ponorogo pernah melahirkan atlet pencat silat dengan prestasi luar biasa bernama Aji Bangkit Pamungkas. Ia adalah peraih medali emas di Asian Games 2018 dan Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-19 di Malaysia pada 2022.
Berkaca dari prestasi Aji Bangkit di panggung internasional, IPSI Ponorogo menegaskan ambisi melahirkan Aji Bangkit berikutnya.
“Ponorogo pernah melahirkan Aji Bangkit, pesilat kelas dunia. Prestasi itu jangan berhenti. Harus ada Aji Bangkit berikutnya,” tegas Tono Suharyanto Wakil Ketua I Pengprov IPSI Jawa Timur.
Mantan pesilat nasional itu menambahkan, pencak silat Jatim saat ini membutuhkan daerah-daerah yang mampu menjadi motor peningkatan kualitas atlet. Ia berharap IPSI Ponorogo berperan aktif mendukung kebangkitan prestasi silat Jawa Timur, seiring dengan implementasi sembilan program strategis Pengprov IPSI Jatim pada 2026.
Sementara itu, Miseri Efendi Ketua IPSI Ponorogo periode 2025-2029 menyatakan, pencapaian prestasi yang telah diraih pada kepengurusan sebelumnya menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih jauh.
Ia menilai keberhasilan melahirkan Aji Bangkit harus dijadikan standar sekaligus tantangan bagi kepengurusan baru. “Target kami jelas, melahirkan pesilat berprestasi internasional, pesilat kelas dunia”” ujar Miseri.
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut menekankan, upaya mencetak atlet sekelas Aji Bangkit tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan fokus pembinaan, kerja keras seluruh pengurus, serta dukungan nyata dari berbagai pihak.
“Tanpa dukungan semua pihak, terutama pemerintah kabupaten, keinginan mencetak pesilat kelas dunia akan sulit terwujud,” katanya. (saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
