Jonas Vingegaard dipastikan akan melakoni debutnya di Giro d’Italia pada 2026. Kepastian itu diumumkan tim Visma–Lease a Bike sebagai bagian dari strategi baru sang pembalap Denmark untuk memburu gelar ganda Giro d’Italia dan Tour de France dalam satu musim.
Keputusan ini menandai perubahan pendekatan Vingegaard setelah dua edisi Tour de France terakhir berakhir dengan kekalahan telak dari Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG). Manajemen tim menilai keikutsertaan di Giro justru dapat meningkatkan performa Vingegaard jelang Tour, yang tetap menjadi target utama.
“Terlepas dari fakta bahwa dia memang selalu ingin mengikuti Giro, kami percaya balapan ini bisa meningkatkan levelnya menuju Tour,” ujar Grischa Niermann Head of Racing tim Visma–Lease a Bike. “Target kami tentu memenangkan Giro, tetapi Tour de France tetap menjadi prioritas utama.”
Untuk mempersiapkan tantangan dua Grand Tour tersebut, Vingegaard akan memulai musim 2026 di UAE Tour pada 16 Februari. Setelah itu, ia hanya dijadwalkan tampil di Volta a Catalunya yang dimulai 23 Maret, sebelum fokus penuh menuju Giro d’Italia pada Mei.
Vingegaard saat ini telah mengoleksi dua gelar Tour de France dan satu titel Vuelta a España. Jika mampu menjuarai Giro d’Italia, ia akan menjadi pembalap kedelapan dalam sejarah yang menuntaskan kemenangan di ketiga ajang Grand Tour.
Meski Tour de France masih menjadi sasaran utama, ambisi Vingegaard terhadap Giro tak kalah besar. “Saya sudah lama memikirkan Giro. Ini salah satu balapan terbesar di kalender dan juga satu-satunya Grand Tour yang belum pernah saya ikuti,” kata Vingegaard. “Sekarang terasa seperti waktu yang tepat.”
Keberhasilannya menjuarai Vuelta a España pada musim gugur lalu semakin memperkuat tekad tersebut. “Kemenangan di Vuelta memberi saya motivasi tambahan untuk memberikan segalanya demi menang di Italia. Saya sangat ingin menambahkan jersey merah muda ke dalam koleksi saya,” ujarnya. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
