Setelah menerima bonus tersebut, Jonatan mengaku banyak merenungkan perjalanan kariernya sebagai atlet.
Ia bersyukur atas pencapaian yang diraih, tetapi juga menyadari masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan dan membutuhkan bantuan.
Menurutnya, bonus tersebut sebenarnya memiliki arti besar bagi keberlangsungan karier profesionalnya. Sebagai atlet, ia harus menanggung sendiri berbagai kebutuhan untuk mengikuti turnamen, termasuk biaya perjalanan bersama tim.
Ia memperkirakan bonus itu dapat membantu membiayai keperluan turnamen selama hampir satu tahun. Meski demikian, ia memilih mengutamakan kebutuhan masyarakat yang terdampak karhutla.
“Tentu itu bukan jumlah yang kecil bagi saya. Tetapi melihat situasi yang dialami saudara-saudara kita, saya merasa bahwa saat ini mereka jauh lebih membutuhkan,” ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

