Sabtu, 7 November 2026

Jonatan Christie Sumbangkan Bonus Asian Games 2026 untuk Korban Karhutla

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Jonatan Christie Pebulu Tangkis Indonesia dalam pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Foto: PBSI

Jonatan Christie, atlet bulu tangkis Indonesia, memutuskan menyumbangkan seluruh bonus yang diterimanya dari pemerintah atas raihan medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Bonus senilai Rp1,5 miliar itu akan digunakan untuk membantu warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia.

Keputusan tersebut disampaikan Jonatan melalui akun media sosialnya pada Sabtu (7/11/2026). Ia mengaku tergerak setelah melihat kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

“Ketika saya melihat kondisi saudara-saudara kita yang sedang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saya merasa ada sesuatu yang perlu saya lakukan,” kata Jojo, sapaan akrabnya.

Dilansir dari Antara, Jojo meraih medali emas dari nomor beregu putra pada Asian Games 2026. Sesuai nominal bonus yang diberikan pemerintah, peraih medali emas nomor beregu memperoleh Rp1,5 miliar.

Setelah menerima bonus tersebut, Jonatan mengaku banyak merenungkan perjalanan kariernya sebagai atlet.

Ia bersyukur atas pencapaian yang diraih, tetapi juga menyadari masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan dan membutuhkan bantuan.

Menurutnya, bonus tersebut sebenarnya memiliki arti besar bagi keberlangsungan karier profesionalnya. Sebagai atlet, ia harus menanggung sendiri berbagai kebutuhan untuk mengikuti turnamen, termasuk biaya perjalanan bersama tim.

Ia memperkirakan bonus itu dapat membantu membiayai keperluan turnamen selama hampir satu tahun. Meski demikian, ia memilih mengutamakan kebutuhan masyarakat yang terdampak karhutla.

“Tentu itu bukan jumlah yang kecil bagi saya. Tetapi melihat situasi yang dialami saudara-saudara kita, saya merasa bahwa saat ini mereka jauh lebih membutuhkan,” ujarnya.

Jojo menyebut ada tiga hal yang mendorong keputusannya menyumbangkan bonus tersebut. Pertama, kondisi anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran. Kedua, satwa liar yang kehilangan habitat. Ketiga, kebutuhan pemulihan kawasan hutan yang mengalami kerusakan.

Ia menyadari bantuan yang diberikan tidak akan mampu menyelesaikan seluruh dampak karhutla. Namun, Jonatan berharap sumbangannya dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu pemulihan kehidupan di wilayah terdampak.

“Saya berharap ada kehidupan yang bisa kita bantu, ada harapan yang bisa kita tumbuhkan kembali,” katanya. (ant/saf)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Sabtu, 7 November 2026
30o
Kurs