Kamis, 5 Maret 2026

Konflik AS-Israel Vs Iran Ancam Partisipasi Irak di Play-off Piala Dunia 2026

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Para pemain Irak merayakan gol petamanya yang dicetak Aymen Hussein (tiga dari kanan) pada menit ke-54. Foto: IFA Para pemain Irak merayakan gol petamanya yang dicetak Aymen Hussein (tiga dari kanan) pada menit ke-54. Foto: IFA

Konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada dunia olahraga internasional. Partisipasi tim nasional Irak dalam babak play-off antarkonfederasi menuju Piala Dunia 2026 kini diragukan akibat kekacauan perjalanan yang dipicu oleh penutupan wilayah udara di kawasan tersebut.

Irak dijadwalkan menghadapi pemenang pertandingan antara Bolivia dan Suriname pada laga play-off yang akan digelar di Monterrey, Meksiko pada 31 Maret mendatang. Pertandingan itu akan menentukan salah satu tiket menuju putaran final Piala Dunia.

Namun, kondisi keamanan regional membuat keberangkatan skuad Irak ke Meksiko menjadi tidak pasti.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (4/3/2026), tim nasional Irak menyatakan situasi tersebut telah dilaporkan kepada otoritas sepak bola dunia.

“FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia sepenuhnya menyadari setiap perkembangan terkait situasi tim kami,” demikian pernyataan tersebut dilansir dari Aljazeera.

Penutupan wilayah udara Irak terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan gelombang rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan militer di Timur Tengah yang menjadi lokasi operasi pasukan Amerika Serikat.

Situasi keamanan tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas tim. Pelatih kepala Irak, Graham Arnold, bahkan dilaporkan masih tertahan di Uni Emirat Arab karena tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut.

“Karena penutupan wilayah udara, pelatih kepala kami, Graham Arnold, tidak dapat meninggalkan Uni Emirat Arab,” demikian pernyataan tim nasional Irak.

Selain itu, sejumlah kedutaan besar juga dilaporkan masih tutup sehingga menyulitkan proses pengurusan visa bagi pemain, staf pelatih, serta tim medis yang harus melakukan perjalanan ke Meksiko.

“Kami meyakinkan para pendukung setia kami bahwa kami tetap menjalin kontak erat dengan FIFA dan AFC, yang terus memantau situasi ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Secara historis, Irak baru sekali tampil di putaran final Piala Dunia, yakni pada edisi 1986. Saat itu, mereka gagal melaju dari fase grup. (lea/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 5 Maret 2026
27o
Kurs