Kurniawan Dwi Yulianto Pelatih Timnas Indonesia U-17 memastikan kondisi timnya berada dalam situasi optimal jelang Piala AFF U-17 2026. Turnamen ini akan berlangsung di Gresik dan Sidoarjo pada 11-23 April 2026.
Kurniawan menjelaskan, dari total 26 pemain yang didaftarkan, tidak ada kendala berarti selama pemusatan latihan berlangsung. Selain itu, rangkaian laga uji coba internasional di Thailand pada penghujug Maret lalu, juga memberikan dampak positif, terutama dalam membentuk mental bertanding para pemain muda.
“Alhamdulillah sampai saat ini semua pemain dalam kondisi fit. Dari 26 pemain yang kami daftarkan tidak ada masalah. Uji coba yang kami jalani juga memberikan hal positif, terutama dari sisi mental bertanding di level internasional,” kata Kurniawan di sela sesi latihan di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya pada Kamis (9/4/2026) malam.
Ia menilai pengalaman bertanding di level internasional sangat penting bagi para pemain yang sebelumnya lebih banyak tampil di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) itu. Menurutnya, tekanan di level internasional jauh berbeda dan menjadi bekal berharga menghadapi turnamen resmi.
Meski belum meraih hasil maksimal dalam laga uji coba di Thailand, Kurniawan menegaskan bahwa Timnas U-17 tetap menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menilai progres paling terlihat pada aspek mental dan penguasaan bola.
“Memang secara hasil kami belum menang, tetapi parameter kami bukan hanya itu. Sejak menghadapi China, ada progres yang cukup baik, terutama dalam mental bertanding dan penguasaan bola,” ujarnya eks penyerang Persebaya Surabaya tersebut.
Namun demikian, ia tidak menampik masih adanya sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Kesalahan individu menjadi perhatian utama karena kerap berujung pada kebobolan.
“Di level Asia, kesalahan elementer tidak boleh terjadi karena bisa langsung berakibat gol. Secara statistik, gol yang kami terima banyak berasal dari kesalahan individu,” ucapnya.
Selain itu, dalam uji coba internasional pada akhir Maret 2026 lalu, efektivitas lini serang juga menjadi fokus evaluasi. Kurniawan menyebut timnya mampu menciptakan banyak peluang saat menghadapi Korea, India, dan Thailand, namun belum mampu memaksimalkannya menjadi gol.
Dalam membangun tim, Kurniawan juga menanamkan pengalaman yang ia peroleh selama berkarier di luar negeri, termasuk soal mentalitas juara dan intensitas permainan.
“Saya tekankan mindset, winning mentality, dan intensitas bermain. Karena ini bukan lagi kompetisi lokal, tetapi turnamen AFF dan AFC yang membutuhkan intensitas tinggi,” katanya.
Dari sisi fisik, kondisi pemain dinilai masih berada di jalur yang tepat. Berdasarkan pemantauan data latihan, performa tim diharapkan mencapai puncaknya saat turnamen berlangsung.
Kurniawan juga menyadari adanya ekspektasi tinggi terhadap timnya, terutama untuk melanjutkan tradisi positif skuad Garuda di kelompok usia. Namun, ia menegaskan tekanan tersebut harus diubah menjadi motivasi.
“Ini menjadi tantangan bagi saya, tetapi saya tidak ingin pemain terbebani. Mereka masih muda, jadi tekanan itu harus menjadi motivasi yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, dalam Piala AFF U-17 2026, Indonesia akan tergabung di Grup A bersama Vietnam, Malaysia dan Timor Leste. Garuda Muda dijadwalkan akan menghadapi Timor Leste pada 13 April, kemudian Malaysia pada 16 April, dan Vietnam pada 19 April. (saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
