Senin, 16 Maret 2026

Lewis Hamilton Bangkit Bersama Ferrari, Podium di GP China Jadi Titik Balik

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Lewis Hamilton (kiri) dan Charles Leclerc bertarung ketat dalam balapan Formula 1 di GP China pada Minggu (15/3/2026). Foto: XPB Images

Lewis Hamilton menunjukkan optimisme tinggi setelah meraih podium pertamanya bersama Ferrari pada Grand Prix China, Minggu (15/3/2026).

Pembalap asal Inggris itu mengaku merasa kembali berada pada performa terbaiknya, baik secara mental maupun fisik, setelah menjalani awal musim yang menjanjikan bersama tim asal Italia tersebut.

Juara dunia tujuh kali itu sebelumnya mengalami musim debut yang sulit bersama Ferrari pada 2025. Saat itu, pole position di balapan sprint serta kemenangan di China menjadi satu-satunya catatan positif di tengah musim yang dianggap jauh dari harapan.

Memasuki musim baru, Hamilton tampil lebih kompetitif. Pada seri pembuka Grand Prix Australia, ia mampu mengungguli rekan setimnya, Charles Leclerc, sebelum akhirnya mengamankan podium pertamanya bersama Ferrari di Shanghai, Minggu.

Podium tersebut menjadi yang ke-203 sepanjang karier Hamilton di Formula 1 yang telah berlangsung selama dua dekade.

“Saya merasa benar-benar kembali ke kondisi terbaik saya, baik secara mental maupun fisik,” ujar Hamilton dilansir dari Crash. “Saya masih berpikir ada ruang untuk perbaikan.”

Pembalap berusia 41 tahun itu mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi musim ini merupakan salah satu latihan paling berat yang pernah ia jalani. Menurutnya, program latihan intensif selama jeda musim dingin turut berperan dalam peningkatan performanya.

“Latihan musim dingin ini adalah yang terberat dan paling intens yang pernah saya jalani. Mungkin karena usia juga membuat waktu pemulihan lebih lama. Tapi saya berhasil memanfaatkan metode latihan baru,” katanya.

Hamilton juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan tim teknik Ferrari, termasuk dengan insinyur baru yang mendampinginya musim ini. Ia menyebut komunikasi intens dengan tim di Maranello membantu membangun kepercayaan dan arah pengembangan mobil yang lebih jelas.

“Pada pertengahan hingga akhir tahun lalu saya berdiskusi panjang dengan para insinyur tentang apa yang saya inginkan dari mobil ini. Menyenangkan melihat mereka benar-benar mendengarkan dan memasukkan beberapa hal yang saya minta,” ujar Hamilton.

Ia menilai keterlibatan dalam proses pengembangan mobil membuat dirinya merasa semakin menyatu dengan tim.

“Itu membuat Anda merasa lebih terhubung dengan semua orang karena kami bergerak ke arah yang sama,” katanya.

Meski berhasil meraih podium, Hamilton mengakui pencapaian tersebut datang lebih lambat dari yang ia harapkan. Musim lalu menjadi pertama kalinya dalam kariernya ia gagal meraih podium sepanjang musim.

“Saya sudah berupaya keras untuk kembali ke podium. Mendapatkan podium ternyata menjadi salah satu tantangan terbesar bagi saya,” kata Hamilton.

Ia menegaskan bahwa kunci untuk kembali kompetitif adalah kesabaran serta menjaga mentalitas positif sepanjang musim.

“Saya memulai musim ini dengan kepercayaan diri yang dulu saya miliki dan berusaha mempertahankannya,” ujarnya.

Hamilton juga menilai peluang Ferrari untuk meraih kemenangan semakin terbuka setelah melihat perkembangan performa mobil pada awal musim ini.

“Saya benar-benar merasa kemenangan itu lebih dekat dari sebelumnya. Tahun lalu rasanya hal itu tidak terlihat,” katanya.

Meski demikian, ia menilai Ferrari masih membutuhkan peningkatan signifikan, terutama untuk mengejar keunggulan Mercedes dalam hal performa mesin.

“Dalam kondisi balapan mereka masih unggul sekitar empat sampai lima persepuluh detik dari kami. Itu selisih yang cukup besar untuk dikejar, baik dari sisi downforce, efisiensi, maupun tenaga mesin,” jelasnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Hamilton tetap optimistis Ferrari mampu memperkecil jarak dengan para pesaingnya.

“Saya sangat percaya pada semua orang di Maranello. Ini bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi. Forza Ferrari, kami hanya perlu terus berjuang,” kata Hamilton. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 16 Maret 2026
28o
Kurs