Rabu, 24 Juni 2026

MotoGP Resmi Larang Holeshot Device Mulai GP Belanda 2026, Starting Grid Juga Diubah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Pecco Bagnaia merebut pole position dalam sesi kualifikasi MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Sabtu (9/5/2026). Foto: Crash

Komisi Grand Prix atau Grand Prix Commission (GPC) resmi memberlakukan larangan penggunaan perangkat holeshot atau front ride-height device mulai Grand Prix Belanda 2026 di Sirkuit Assen.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari serangkaian perubahan regulasi yang diterapkan lebih cepat dari jadwal semula.

Berdasarkan keterangan resmi MotoGP, perangkat holeshot selama ini digunakan pebalap saat start untuk menurunkan posisi motor sehingga mampu meningkatkan akselerasi pada fase awal balapan.

Sebelumnya, teknologi tersebut sudah masuk dalam daftar perangkat yang akan dihapus pada perubahan regulasi besar MotoGP musim depan. Namun, setelah menjadi bahan pembahasan dalam beberapa seri terakhir, GPC memutuskan mempercepat pemberlakuan larangan mulai GP Belanda akhir pekan ini.

Dengan aturan baru tersebut, seluruh pebalap MotoGP tidak lagi diperkenankan menggunakan holeshot device saat melakukan start balapan.

Keputusan itu menjadi salah satu perubahan teknis paling signifikan di pertengahan musim karena perangkat tersebut selama beberapa tahun terakhir telah menjadi bagian penting dalam strategi start sejumlah tim.

Selain melarang penggunaan holeshot device, GPC juga mengumumkan perubahan tata letak starting grid yang akan mulai berlaku pada GP Jerman di Sachsenring.

Regulasi baru tersebut diterapkan untuk seluruh kelas balap, tidak hanya MotoGP. Jarak antarpebalap dalam satu baris yang sebelumnya tiga meter diperlebar menjadi empat meter. Sementara jarak antarbaris berubah dari sembilan meter menjadi 12 meter.

Meski demikian, format tiga pebalap dalam satu baris tetap dipertahankan. Perubahan dilakukan dengan tujuan meningkatkan aspek keselamatan saat start, terutama ketika seluruh pebalap berakselerasi secara bersamaan menuju tikungan pertama.

GPC juga menetapkan aturan baru terkait jumlah motor yang dapat diturunkan setiap pabrikan dalam kejuaraan dunia MotoGP.

Mulai musim 2028, tidak ada pabrikan yang diperbolehkan memiliki lebih dari enam motor di grid dengan syarat sedikitnya lima pabrikan berpartisipasi dalam kompetisi.

Ketentuan tersebut berarti setiap pabrikan hanya dapat memasok maksimal dua tim satelit di luar tim pabrikan utama mereka.

Secara praktik, batas enam motor per pabrikan sebenarnya sudah diterapkan pada musim 2026, termasuk oleh Ducati yang saat ini menjadi satu-satunya pabrikan dengan enam motor di grid. Namun, regulasi terbaru akan menjadikan pembatasan tersebut sebagai aturan resmi mulai 2028. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 24 Juni 2026
27o
Kurs