“Dampaknya sangat luar biasa. Tadi saya sampaikan, uang yang berputar saja ketika saya sudah mengecek data di perhotelan, di pariwisata, itu sangat naik signifikan. Ada perputaran kenaikan okupansinya. Okupansinya sampai dengan 80 persen sampai 90 persen,” uvapnya
Dia mengatakan, dampak ekonomi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong penyelenggaraan kegiatan olahraga, khususnya lari, sebagai bagian dari pengembangan sport tourism.
Eri berharap kegiatan tersebut bisa terus digelar di Surabaya dengan jumlah peserta yang lebih besar sehingga memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang semakin luas.
Sementara itu, Joshua Gunawan Head of RTD Beverages WINGS Group Indonesia mengatakan, Surabaya dipilih kembali karena merupakan salah satu pusat ekonomi dan bisnis di Jatim serta memiliki dukungan yang baik terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, ajang lari tersebut juga membawa konsep “complete running experience“, yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan lomba, tetapi juga memberikan pendampingan kepada peserta melalui edukasi di media sosial yang dikurasi oleh pelatih dan dokter spesialis gizi.

NOW ON AIR SSFM 100

