Persebaya Surabaya membawa pulang tiga poin setelah mengalahkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor 1-0 pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (9/10/2026) malam.
Meski menang, Bernardo Tavares nakhoda Persebaya Surabaya menilai efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah timnya.
Gol tunggal kemenangan Persebaya dicetak Alex Martins melalui tendangan penalti pada masa tambahan waktu babak pertama. Penalti diberikan setelah Miguel Pereira dilanggar di kotak terlarang.
Tavares menilai kemenangan tersebut pantas didapatkan Persebaya karena mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Namun, banyaknya kesempatan belum sebanding dengan jumlah gol yang dihasilkan.
“Kami layak menang karena mampu menciptakan banyak peluang. Sayangnya, beberapa percobaan kami masih mengarah ke pemain lawan, bisa ditepis kiper, atau melebar dari gawang,” ujar Tavares.
Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Diogo Ramalho sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena berada dalam posisi offside.
Sementara itu, peluang Alex Martins dari jarak dekat juga belum menghasilkan gol tambahan setelah digagalkan penjaga gawang lawan.
Berdasarkan catatan tembakan tepat sasaran, Persebaya membukukan lima percobaan, sedangkan Isenmulang tidak mencatatkan satu pun. Meski unggul dalam aspek tersebut, Persebaya tetap harus menjaga keunggulan tipis hingga pertandingan berakhir.
Tavares menegaskan, para pemain perlu meningkatkan ketenangan dan efektivitas ketika mendapatkan peluang di depan gawang. Menurutnya, gol tambahan akan membuat tim lebih leluasa mengendalikan pertandingan.
“Kami memang menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir masih harus ditingkatkan. Jika bisa mencetak gol kedua, bahkan gol ketiga, pertandingan mungkin akan lebih nyaman bagi kami,” katanya.
Selain penyelesaian akhir, pelatih asal Portugal itu turut menyoroti kondisi lapangan Stadion PKOR Sumpah Pemuda yang dinilai kurang rata.
“Bermain tandang memang tidak mudah. Kondisi lapangan yang kurang rata dan angin cukup memengaruhi jalannya pertandingan, terutama ketika kami mencoba memainkan bola-bola panjang. Namun, kondisi tersebut tentu sama-sama dihadapi kedua tim,” ujarnya. (ris/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

