Jumat, 9 Januari 2026

Persebaya Menjadi Klub Asia Pertama yang Digandeng Retailer Internasional

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Francisco Rivera, Azrul Ananda CEO Persebaya, Coach Bernardo Tavares, Emanoil Pupazan Expansion Leader Decathlon dan Gali Freitas berfoto bersama di Persebaya Official Merchandise at Football Corner Decathlon Pakuwon Mall Surabaya. Foto: Media Persebaya

Persebaya Surabaya menorehkan sejarah baru. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut menjadi klub Asia pertama yang menjalin kolaborasi ritel dengan retailer olahraga internasional, Decathlon.

Kerja sama ini menandai langkah strategis Persebaya dalam memperkuat fondasi bisnis klub di tengah persaingan industri sepak bola modern.

Azrul Ananda CEO Persebaya menegaskan, kemandirian klub tidak bisa hanya bertumpu pada prestasi di lapangan. Menurutnya, klub profesional harus mampu berdiri di atas dua pilar yang seimbang: performa tim dan kekuatan komersial.

“Klub yang benar-benar bisa mandiri, sehat, dan sustainable harus punya dua kaki yang kuat. Satu kaki prestasi, satu lagi kaki bisnis atau komersial,” ujar Azrul.

Ia menjelaskan, Persebaya telah merintis pengembangan sektor komersial sejak 2017. Sebelum pandemi, jaringan ritel klub sempat berkembang pesat hingga 19 toko di tujuh kota di Jawa Timur. Pandemi kemudian memaksa perubahan strategi, sebelum akhirnya Persebaya kembali membangun ekosistem bisnisnya secara bertahap.

Kolaborasi dengan Decathlon disebut Azrul sebagai pencapaian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Ia mengaku sudah lama mengenal brand asal Eropa tersebut sebagai rujukan utama perlengkapan olahraga internasional.

“Kalau di luar negeri, mau cari apa pun soal olahraga pasti ke Decathlon. Tidak pernah terpikir, 10 atau 11 tahun kemudian, Persebaya bisa berkolaborasi dengan brand sebesar ini,” katanya.

Bagi Persebaya, kerja sama ini bukan sekadar membuka jalur penjualan baru. Azrul menilai, kolaborasi tersebut juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Persebaya ke segmen masyarakat yang lebih luas, termasuk publik yang selama ini belum familiar dengan identitas klub.

“Ini bukan hanya soal ritel, tapi juga jalur perkenalan baru Persebaya kepada publik yang mungkin masih bingung apa itu Persebaya,” ucapnya.

Sementara itu, Emanoil Pupazan Expansion Leader Decathlon menyebut Persebaya menjadi klub pertama di Asia yang digandeng Decathlon melalui konsep kolaborasi ritel seperti ini.

“Ini adalah yang pertama kami lakukan di Asia. Kami pernah melakukannya di Eropa, termasuk di Romania, tetapi di Asia ini Persebaya adalah yang pertama,” kata Pupazan.

Melalui kolaborasi ini, pihaknya menghadirkan Football Pro Corner pertama di Indonesia dengan menghadirkan merchandise resmi Persebaya di dalam toko. Konsep tersebut diharapkan mampu menjembatani basis suporter sepak bola dengan pasar ritel olahraga modern.

“Masuk akal bagi kami untuk bekerja sama dengan salah satu klub paling populer di Indonesia. Persebaya menjangkau audiens yang sangat luas untuk olahraga yang sangat populer, yaitu sepak bola,” ujarnya.

Pupazan menambahkan, pihaknya dan Persebaya memiliki target pasar yang sejalan, yakni mendorong partisipasi olahraga tanpa memandang latar belakang ekonomi atau keterbatasan waktu.

“Kami ingin lebih banyak orang berolahraga. Sepak bola adalah salah satu fokus utama kami, dan setelah kolaborasi ini, kami berharap sepak bola akan semakin penting dan populer di Surabaya,” tuturnya. (saf/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 9 Januari 2026
26o
Kurs