Persebaya Surabaya kembali menjalani latihan bersama setelah tuntas masa libur Lebaran 1447 Hijriah, pada Senin (23/3/2026).
Bernardo Tavares Pelatih Persebaya mengatakan, latihan perdana ini menjadi momentum tim untuk membenahi kondisi mental sekaligus meningkatkan intensitas permainan setelah hasil buruk di laga terakhir sebelum libur Lebaran.
“Secara mental memang tidak mudah bagi pemain setelah kekalahan itu. Idealnya kami bisa langsung berlatih dan bertanding lagi, tapi kami baru akan bermain pada 4 April,” katanya di Lapangan ABC, kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Senin sore.
Tavares menekankan, penguatan mental menjadi hal penting seiring dengan kekalahan telak 1-5 atas Borneo FC yang masih membekas pada para pemain. Terlebih, jeda pertandingan yang cukup panjang membuat proses bangkit tidak bisa dilakukan secara instan.
“Kami harus bekerja keras. Itu satu-satunya cara agar performa bisa membaik dan pemain kembali percaya diri,” imbuhnya.
Menurut Tavares, persoalan tim bukan hanya terletak pada aspek teknis seperti operan atau posisi, melainkan juga mentalitas. Dia menilai pada laga sebelumnya, lawan tampil lebih agresif, cepat, dan unggul dalam duel.
“Jika ingin menjadi tim yang baik, kami harus lebih cepat, memenangkan duel, serta sigap dalam transisi bertahan dan menyerang,” ucapnya.
Selama libur Lebaran, para pemain tetap menjalankan program latihan individu yang dipantau oleh tim pelatih. Tavares menyebut kondisi fisik pemain cukup terjaga, termasuk berat badan yang tetap stabil.
Menjelang laga melawan Persita Tangerang pada Sabtu (4/4/2026), Tavares berharap kondisi skuad semakin membaik, terutama dengan kembalinya sejumlah pemain dari cedera. Meski begitu, dia mengingatkan para pemain masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan ritme pertandingan.
Seperti diketahui, Persebaya sekarang berada di peringkat ke-7 klasemen sementara Indonesia Super League dengan raihan total 39 poin hasil dari 10 kali menang, 9 kali imbang dan 6 kali kalah. (ris/saf/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
