Senin, 12 Oktober 2026

Persib Ungkap Dugaan Penyerangan Bus Tim U-18 di Rest Area KM 360 Batang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tim Persib Bandung U-18 ketika berhadapan dengan Garuda United dalam game keempat Grup B Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Stadion Universitas Sebelas Maret, Solo, Minggu (11/10/2026) Foto: iLeague

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas penyerangan terhadap rombongan Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026).

Dalam insiden tersebut, bus rombongan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sejumlah koper milik ofisial dan perlengkapan pertandingan diduga dijarah.

Melalui pernyataan resminya, manajemen Persib mengecam keras aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang dari rombongan suporter yang mengenakan atribut klub tertentu.

Persib menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, termasuk rivalitas antarklub.

Insiden itu menjadi perhatian serius karena turut mengancam keselamatan pemain muda yang sedang menjalani pembinaan dan mempersiapkan karier di sepak bola profesional.

“Segala bentuk tindakan yang membahayakan keselamatan personel, ofisial, maupun pemain, terlebih para atlet muda, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius,” demikian pernyataan manajemen Persib, Senin (12/10/2026).

Manajemen menilai kekerasan fisik, perusakan kendaraan, dan dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukan bagian dari rivalitas sepak bola.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus diidentifikasi dan diproses sesuai ketentuan hukum apabila terbukti bersalah.

Persib mendesak aparat penegak hukum mengusut kejadian tersebut secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap fakta sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Manajemen Persib mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden tersebut, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta menindak tegas setiap pelaku yang terbukti bersalah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.

Selain mendorong penanganan melalui jalur hukum, Persib telah melaporkan insiden tersebut kepada PSSI sebagai regulator sepak bola nasional dan I.League selaku operator kompetisi. Laporan itu diharapkan mendapat tindak lanjut sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku.

Manajemen juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak. Perlindungan terhadap seluruh anggota rombongan, khususnya pemain Persib EPA U-18, menjadi salah satu prioritas setelah kejadian tersebut.

Manajemen Persib turut mengimbau Bobotoh agar tidak terpancing provokasi ataupun melakukan aksi balasan yang melanggar hukum.

Persib memahami kemarahan dan kekecewaan suporter atas kejadian yang menimpa rombongan tim. Namun, manajemen mengingatkan bahwa tindakan balasan justru berisiko memperluas konflik dan merugikan lebih banyak pihak.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” demikian pernyataan Manajemen Persib.

Manajemen menegaskan rivalitas sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama. Sepak bola semestinya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan sarana melakukan kekerasan yang mengancam keselamatan orang lain.

Persib juga mengajak klub, suporter, penyelenggara kompetisi, serta aparat penegak hukum bekerja sama mencegah kejadian serupa terulang. Menurut manajemen, keselamatan setiap individu harus menjadi batas yang tidak boleh dilanggar dalam persaingan sepak bola.

Hingga saat ini, identitas pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut masih perlu dipastikan melalui proses penegakan hukum. (saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
31o
Kurs