Kamis, 24 September 2026

Richie Duta dan Dendi Triansyah Tembus 8 Besar Surabaya International Challenge 2026

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Richie Duta Richardo menjadi unggulan pertama sektor tunggal putra dalam Surabaya International Challenge 2026. Foto: PBSI

Dua tunggal putra Indonesia, Richie Duta Richardo dan Dendi Triansyah memastikan tempat di babak perempat final Surabaya International Challenge 2026. Keduanya sama-sama meraih kemenangan dua gim langsung pada babak 16 besar di GOR Sudirman, Surabaya, Kamis (24/9/2026).

Richie yang berstatus unggulan pertama, mengalahkan Sanskar Saraswat asal India dengan skor 21-15, 21-13. Sementara Dendi sebagai unggulan ketiga menyingkirkan Huang Jyun-Kai dari Chinese Taipei dengan skor identik 21-13, 21-13.

Bagi Richie, pertandingan melawan Sanskar menjadi pertemuan pertama kedua pemain. Ia mengaku sempat memiliki gambaran berbeda setelah mempelajari permainan lawan melalui rekaman video.

“Sebenarnya ini pertemuan pertama kami. Di awal tidak seperti yang saya rencanakan tadi malam saat melihat video mainnya. Tadi malam saya lihat video mainnya dia lebih banyak menyerang, namun hari ini lawan bermain lebih sabar,” kata Richie.

Perubahan gaya bermain Sanskar sempat membuat Richie kesulitan menemukan ritme. Tunggal putra Indonesia itu mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri pada awal pertandingan karena belum panas.

Namun, situasi berubah setelah jeda gim pertama. Richie mulai bermain lebih konsisten, sementara Sanskar justru melakukan sejumlah kesalahan yang membantu peraih kemenangan tersebut mengamankan pertandingan dalam dua gim.

Lolos ke perempat final, Richie memilih tidak terlena dengan status sebagai unggulan teratas. Ia menilai persaingan di turnamen tersebut masih cukup ketat sehingga setiap lawan harus dihadapi dengan serius.

“Untuk babak delapan besar saya mau main sebaik mungkin dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Sementara itu, Dendi Triansyah melangkah ke perempat final setelah tampil relatif nyaman menghadapi Huang Jyun-Kai. Ia menang 21-13, 21-13 dalam pertandingan yang berlangsung dua gim.

Dendi menyebut kondisi fisik lawan turut memberikan keuntungan. Huang sebelumnya telah menjalani pertandingan sehingga memasuki laga dalam kondisi yang lebih lelah.

Dendi juga menjelaskan pendekatan yang digunakannya untuk menghadapi Huang. Ia tidak terburu-buru mencari poin melalui serangan langsung dan memilih menjaga reli hingga lawan melakukan kesalahan.

“Untuk strategi bermain, saya tidak terburu-buru untuk mematikan lawan. Jadi ditahanin dulu saja hingga lawan melakukan kesalahan sendiri,” jelasnya. (saf/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
27o
Kurs