Tiga mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil mengantarkan tim Jawa Timur meraih medali emas nomor beregu mix dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pétanque 2026. Kejuaraan ini berlangsung di Lapangan Pétanque, GOR Cendrawasih, Jakarta Barat pada 12–18 Oktober 2026.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Roudhotul Zauharoh dari Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi; Tya Salawatia dari S-1 Ilmu Keolahragaan; serta M. Kosyim dari S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Mereka memperkuat kontingen Jawa Timur hingga berhasil berdiri di podium tertinggi.
Kosyim mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesiapan mental dan kemampuan menjaga konsistensi selama pertandingan.
Menurutnya, kepercayaan diri saat melakukan lemparan harus diimbangi dengan kedisiplinan dalam menjalankan instruksi pelatih, terutama ketika menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional.
“Kunci keberhasilan kami adalah mental dan kepercayaan diri dalam setiap melakukan lemparan, serta mengikuti arahan dari pelatih dengan baik,” ungkapnya, Sabtu (17/10/2026).
Untuk menghadapi kejurnas, tim menjalani persiapan melalui program latihan intensif tiga kali sehari, yakni pagi, sore, dan malam. Latihan tersebut dilakukan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan sebelum kompetisi.
Kosyim menjelaskan, kedisiplinan dalam menerapkan teknik shooting dan pointing turut menentukan hasil pertandingan.
Dalam olahraga pétanque, shooting merupakan teknik melempar untuk menjauhkan bola lawan dari sasaran, sedangkan pointing bertujuan menempatkan bola sedekat mungkin dengan bola sasaran atau jack.
Menurutnya, ketika menghadapi lawan dengan kemampuan yang relatif seimbang, ketepatan menjalankan kedua teknik tersebut dapat menjadi pembeda.
“Strategi mungkin semua sama, tetapi yang membedakan adalah tingkat kedisiplinan kami ketika melakukan shooting maupun pointing,” jelasnya.
Medali emas tersebut menjadi hasil dari proses latihan, kesiapan mental, dan kerja sama tim. Prestasi itu sekaligus menambah kontribusi mahasiswa Unesa dalam pencapaian olahraga Jawa Timur di tingkat nasional.
Pengalaman bertanding di kejurnas juga menjadi bekal untuk mengevaluasi kemampuan teknis dan kesiapan mental menghadapi kompetisi berikutnya.
Kosyim mengaku bangga dapat menyumbangkan medali emas bagi Jawa Timur. Ia berharap tim mampu mempertahankan prestasi tersebut sekaligus meningkatkan kualitas permainan melalui latihan yang konsisten.
“Pastinya kami sangat senang bisa memberikan medali emas untuk Jawa Timur. Harapan kami ke depan semoga bisa tetap mempertahankan gelar juara dan terus berkembang karena target kami selanjutnya adalah Pra-PON 2027,” pungkasnya. (saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

