Menurut Mutiara, pengalaman menghadapi Chen menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kualitas permainan pemain elite dunia. Ia menilai Chen memiliki kematangan dalam pukulan, tekanan, serta strategi di lapangan.
“Chen Yu Fei memang sangat matang, secara pukulan, tekanan pukulan dan cara strategi di lapangan. Itu yang perlu saya pelajari bagaimana dia menemukan celah-celah kecil, dia bisa cepat banget menemukan yang kurang dari saya,” kata Mutiara.
Meski Indonesia harus tersingkir dari perebutan tiket final beregu putri, Mutiara menganggap pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk perkembangannya.
Setelah China memastikan kemenangan 3-0, pertandingan keempat antara Siti Fadia Silva Ramadhanti/Febriana Dwipuji Kusuma melawan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dan pertandingan kelima Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi melawan Han Yue tidak dimainkan. (saf/ipg)










