Souto juga menyoroti perbedaan jumlah tembakan antara Indonesia dan Tanjung Verde pada babak kedua. Indonesia tercatat melepaskan 22 tembakan, sedangkan lawan hanya enam kali mengancam gawang.
“Pada babak kedua, kami melepaskan 22 tembakan, sedangkan mereka hanya enam. Saya belum memiliki data babak pertama, tetapi secara keseluruhan saya pikir jumlah tembakan kami hampir dua kali lipat atau bahkan lebih banyak daripada mereka,” katanya.
Meski mampu menciptakan peluang melalui situasi bola mati, skema power play, maupun serangan terbuka, Indonesia tetap gagal mencetak gol. Souto menilai ketidakmampuan memaksimalkan peluang tersebut menjadi persoalan besar yang harus segera dibenahi.
“Kami juga bisa mengendalikan permainan, tetapi tetap tidak mampu mencetak satu gol pun. Ini masalah besar yang harus kami perbaiki,” ujar Souto.
Souto turut mengingatkan bahwa Indonesia harus memperbaiki konsentrasi sejak menit awal. Ia menyebut persoalan serupa juga terlihat pada pertandingan sebelumnya melawan Brasil, ketika timnya tidak bermain baik pada tiga menit pertama sebelum melakukan pergantian pemain dan penyesuaian strategi.
NOW ON AIR SSFM 100

