Sekitar 200 warga Desa Trompo Asri, Kecematan Jabon, Sidoarjo pendukung satu diantara calon Kepala Desa berunjukrasa di depan Kantor Bupati Sidoarjo.
Mereka mendesak bupati untuk membatalkan pelantikan SUWARNO, calon Kepala Desa Trompo Asri yang menang dalam dalam Pilkades 4 Maret lalu. Dalam Pilkades tersebut SUWARNO memenangkan perolehan suara sebanyak 1.852 dan mengalahkan SAMSUL pesaingnya yang memperoleh 1.844 suara.
ASMORO satu diantara warga Trompo Asri pendukung SAMSUL pada suarasurabaya.net mengatakan, dalam Pilkades tersebut SUWARNO melakukan kecurangan. Kemenangan tipis SUWARNO, kata ASMORO disebabkan ada 8 suara yang dianggap pendukung SAMSUL tidak sah.
“Mereka memasukkan 8 orang pendukung SAMSUL yang bukan warga Desa Trompo Asri, kita temukan ada 4 orang yang merupakan pekerja proyek dari Lapindo, dan sisanya adalah TKI warga Tromo Asri yang pada saat pencoblosan tidak ada, tapi diwakili oleh warga lainnya,” kata ASMORO.
Kecurangan ini, kata ASMORO sudah diproses ke Panitia Pilkades, namun pendukung SAMSUL tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Mereka juga sudah melakukan protes ke Badan Perwakilan Desa (BPD) Trompo Asri. “BPD sudah menyatakan Pilkades itu cacat, untuk itu kita mendesak agar bupati tidak melantik SUWARNO,” kata ASMORO.
Unjuk rasa ratusan warga yang sebagian diikuti oleh ibu-ibu dan anak-anak ini berlangsung tertib dan mendapat penjagaan ketat dari Polres Sidoarjo. Akibat unjuk rasa tersebut jalan alun-alun Selatan Sidoarjo tertutup untuk lalu lintas kendaraan.
Pelantikan Kades Trompo Asri terpilih yang rencananya dilaksanakan besok di Kantor Kecamatan Tanggulangin. Warga mengancam akan membubarkan paksa pelantikan tersebut jika bupati tetap melakukan pelantikan.(rz/ip)
NOW ON AIR SSFM 100
