Jumat, 1 Juli 2022

Pemerintah Tidak Berniat Intervensi Pemberitaan Media

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Pemerintah tidak berniat melakukan intervensi pada pemberitaan atau melakukan suatu teguran pada media. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden hanya ingin pemberitaan lebih fair dan balance.

“Kita tahu bahwa media asing yang memang credible tidak secara spesifik melihat hal yang tidak baik tapi mereka memberitakan secara riil,” kata Julian Aldrin Pasha Juru Bicara Presiden pada Radio Suara Surabaya.

Julian juga mengatakan, beberapa media terlihat seperti mendeskreditkan posisi pemerintah di mata media di mata internasional dengan memberitakan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu positif bahkan lebih buruk tidak sesuai fakta dan kebenaran. Hal itulah yang perlu diperhatikan.

“Yang menurut Presiden tidak berimbang kita lihat dulu konteksnya seperti apa. Saya tidak ingin menyebut media asing apa yang disebut oleh Presiden,” ujar dia.

Julian mencontohkan, misalnya adanya pemberitaan yang menyorot Indonesia dan terlihat sangat didramatisir seperti terkait HAM.” Kemudian berita itu diekspose sehingga kemudian menjadi satu hal yang besar padahal faktanya tidak seperti itu,” katanya.

Kata Julian, hal ini bisa menyebabkan tafsiran yang keliru dari mereka yang kurang begitu memperhatikan atau mengetahui secara persis tentang situasi yang ada di Indonesia. Itu bisa saja merugikan Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Presiden berharap media yang ada di dalam negeri tidak ikut-ikutan memberitakan hal-hal yang tidak positif dan tidak sesuai dengan fakta.

“Pemerintah juga tidak mencoba mendikte atau mencampuri urusan pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini memang terbuka untuk diberitakan. Apa yang kami lakukan kami tidak berniat untuk melakukan intervensi pada pemberitaan atau melakukan suatu teguran pada media,” katanya.

Jika media memberitakan persis seperti apa yang mereka lihat maka yang mereka tampilkan pasti pemberitaan yang berimbang. Namun ini tergantung pengelola media maing-masing dengan cara memilah apa yang mereka anggap perlu.

“Misalnya kasus Wikileaks kemarin jika dibiarkan dan Presiden tidak klarifikasi maka akan merugikan nama baik beliau. Hal yang tidak baik seperti ini jika dirujuk media lain maka akan semakin merugikan,” tambah dia. (dwi/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 1 Juli 2022
30o
Kurs