Kamis, 2 April 2020

Pertemuan Jokowi dan Beberapa Dubes Hal Biasa Dalam Diplomasi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Pertemuan Jokowi dan beberapa Duta Besar (Dubes) merupakan hal biasa dalam diplomasi.

Hal ini disampaikan Eva Kusuma Sundari Tim Pakar Seknas Jokowi menanggapi pernyataan Tantowi Yahya anggota komisi I DPR RI yang menilai pertemuan itu tidak pantas di tengah kontestasi Capres.

Menurut Eva, pertemuan Jokowi dengan para Dubes adalah pertemuan yang biasa dalam dunia diplomasi karena hubungan personal antar pimpinan politik yang bersifat non formal adalah syarat dalam formal politik.

Minat yang tinggi kalangan diplomat untuk mengenal Jokowi sudah dimulai sejak pencaguban dan menguat ketika Jokowi dicapreskan.

Kata Eva, kunjungan tersebut tentu menimbulkan keinginan masyarakat untuk tahu tentang arah kebijakan luar negeri yang disiapkan oleh Tim Jokowi di masa mendatang.

Sikap kenegarawanan Megawati Soekarno Putri yang disegani di dunia internasional turut hadir untuk memberi jaminan bahwa arah kebijakan luar negeri Jokowi kelak sesuai dengan garis kebijakan partai yang sudah dijalankan Bung Karno maupun Megawati sendiri yaitu bebas dan aktif.

Tegasnya, garis kebijakan luar negeri Jokowi akan konsisten dengan garis sejarah politik indonesia bahwa Indonesia adalah penggagas gerakan non blok sebagai kehendak untuk membangun dunia atas dasar kesejajaran dan saling hormat antar negara (non blok yang eks jajahan) dan blok-blok eks penjajah.

Eva menjelaskan, Bung Karno menggariskan politik bebas aktif yang tidak mentoleransi penjajahan sehingga bisa dipastikan keniscayaan dukungan Indonesia atas perjuangan rakyat Palestina akan berlanjut.

Selain itu, kepemimpinan Indonesia di Asean juga akan diprioritaskan Jokowi untuk memastikan bahwa kawasan perekonomian Asean akan tetap menjadi pilihan investasi dunia yang menjanjikan.

Meski demikian, Asean selain harus bekerja keras untuk mengatasi gap ekonomi antar negara anggota dan memperkuat komitmennya terhadap perlindungan dan penegakkan HAM bagi rakyat di kawasan Asean.

Situasi keamanan kawasan, Jokowi masih percaya bahwa dialog adalah satu-satunya cara untuk menyelesaiakn problem kawasan seperti trafficking, perbatasan antar negara hingga persoalan Laut China Selatan.

Meski demikian, Jokowi yang tidak punya beban masa lalu, integritas yang terjaga yakin akan mendapat dukungan masyarakat dunia dari segi politik maupun ekonomi sehingga kepemimpinan Jokowi akan diterima dan didukung secara masif.(faz/dwi)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Kamis, 2 April 2020
27o
Kurs