Joko Widodo Presiden ingin sekolah Inpres kembali dihidupkan. Bahkan dirinya menginginkan berdirinya SMA maupun SMK Inpres baik itu yang berbasis sekolah umum maupun sekolah agama.
“Saat ini fasilitas pendidikan mulai tingkat dasar hingga pendidikan tinggi memang masih kurang. Nanti akan ada SMK dan SMA Inpres baik yang umum maupun agama,” kata Jokowi dihadapan ribuan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam peringatan Hari Lahir ke-55 PMII yang digelar di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (17/4/2015), malam.
Menurut Jokowi, pendirian SMA dan SMK Inpres ini saat mendesak untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia yang saat ini masih kurang memadai.
“Jika dulu ada SD Inpres, maka kini sudah saatnya kita bangun SMA dan SMK Inpres,” ujarnya. Sekolah Inpres, kata dia, adalah solusi cepat untuk meningkatkan kualitas SDM.
Apalagi, Indonesia juga harus menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mengharuskan seluruh sumberdaya bisa siap menghadapinya.
Jika bangsa ini tak siap, Jokowi kawatir era tahun 1970an akan kembali terjadi, sebuah era ketika minyak bumi Indonesia dieksploitasi asing. “Saat itu minyak melimpah tapi kesempatan itu hilang karena kita tidak siap,” ujarnya.
Jokowi optimis, jika lembaga pendidikan bisa ditingkatkan maka jumlah buta huruf yang saat ini masih mencapai 15,15 persen bisa segera diturunkan. Kemiskinan dan pengangguran diharapkan juga bisa dikurangi dengan siapnya SDM menghadapi era masyarakat global.
Sementara itu, puncak Harlah ke-55 PMII yang digelar di Masjid Al Akbar setidaknya juga dihadiri beberapa menteri, Gubernur Jawa Timur; serta beberapa tokoh lainnya. Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB juga tampak hadir. (fik)
NOW ON AIR SSFM 100
