Hasil survei menjelang pemilihan Gubernur Jawa Timur yang digelar The Initiative Institute menunjukkan popularitas tiga tokoh yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur; kemudian Khofifah Indarparawansa, Menteri Sosial; serta Tri Rismaharini, Walikota Surabaya berada pada posisi tiga besar.
Airlangga Pribadi, CEO The Initiative Institute mengatakan, survei kali ini digelar selama sepekan sejak 13 April hingga 19 April 2017 dengan metode multistage random sampling dengan melibatkan 956 responden berusia di atas 17 tahun dan tersebar di seluruh daerah di Jawa Timur.
“Hasil survei menunjukkan popularitas Gus Ipul mencapai 82,8 persen. Kemudian Khofifah 81,4 persen, dan Tri Rismaharini 75,4 persen,” kata Airlangga.
Selain itu, hasil survei ini juga memunculkan beberapa nama yang layak sebagai calon wakil gubernur karena popularitasnya di bawah 50 persen. Mereka ini diantaranya adalah Agus Harimurti Yudhoyono dengan popularitas sebesar 40,2 persen; Abdul Halim Iskandar sebesar 14,6 persen; Said Abdullah 11,6 persen; Azwar Anas 8,8 persen; Rendra Kresna sebanyak 6,8 persen; dan Hasan Aminuddin sebesar 5,2 persen.
Sedangkan untuk tingkat elektabilitas atau keterpilihan, tiga tokoh ini juga berurutan dimana Gus Ipul mendapatkan 33,2 persen; lantas khofifah di urutan kedua sebesar 28,3 persen, dan Tri Rismaharini di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 26,1 persen.
“Angka ini kemungkinan masih bisa berubah karena jarak popularitas dan elektabilitas di antara ketiga pasangan calon tidak sampai 10 persen,” kata Angga.
Angga mengatakan, ketika responden ditanya tentang posisi yang diinginkan, maka sebanyak 33,17 persen responden menginginkan Gus Ipul sebagai Gubernur; dan sebanyak 34,90 persen responden menginginkan Gus Ipul tetap sebagai wakil gubernur.
Sedangkan untuk Khofifah yang menginginkan sebagai gubernur sebanyak 28,31 persen; dan yang menginginkan sebagai calon wakil gubernur sebanyak 21,10 persen. Untuk Tri Rismaharini, yang menginginkan sebagai calon gubernur sebanyak 26,13 persen, dan yang menginginkan sebagai wakil gubernur sebesar 21,50 persen.
Selain mendapatkan survei tinggi, tiga tokoh ini juga dinilai minim kelemahan. Bahkan tiga tokoh ini dinilai juga mampu memecahkan masalah, memiliki solidaritas yang cukup, serta memiliki integritas dan modal politik yang cukup.
Dari survei ini juga diketahui jika politik aliran di Jawa Timur ternyata masih cukup mendominasi dimana 78 responden mengaku adalah warga Nahdlatul Ulama, kemudian di posisi kedua adalah warga yang mengaku Nasionalis Soekarno sebesar 22,2 persen; sedangkan 5,5 persen mengaku dirinya Muhammadiyah dan 3,1 persen merupakan Nasionalis yang berkiblat pada Soeharto.
“Meski saat ini para pemilih sudah menentukan pilihan, namun belum ada satupun partai politik di Jatim yang telah menyatakan dukungan kepada para kandidat calon,” kata Angga. (fik/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
