Jumat, 28 Januari 2022

Khofifah Anggap Muhaimin Tidak Demokratis

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Khofifah Indarparawansa. Foto: Bruriy/Dok. suarasurabaya.net

Perang urat saraf antara Muhaimin Iskandar Ketua Umum DPP PKB dengan Khofifah Indarparawansa berlanjut.

Khofifah Menteri Sosial yang merangkap Ketua Umum Muslimat NU menuding Muhaimin Iskandar tidak punya etika politik dan berdemokrasi.

Khofifah mempertanyakan kapasitas Muhaimin yang melarangnya maju di Pilgub Jatim 2018. Keikutsertaanya dalam Pilgub Jatim adalah hak pribadinya yang dilindungi oleh Undang-undang.

Apakah PKB masih ragu dengan kekuatan Saifullah Yusuf yang dijagokannya sehingga Cak Imin melarangnya ikut Pilgub dan berupaya mempengaruhi Presiden Jokowi supaya tidak memberinya izin ikut Pilgub.

Meskipun belum ada pernyataan resmi ikut Pilgub Jatim, Khofifah mengklaim telah mendapat dukungan kiai dan ulama Madura dibuktikan dengan pemasangan spanduk dan baliho yang mendukung dirinya. “Cak Imin harus melihat realita ini,” ujar Khofifah.

Dalam sejarah Pilgub Jatim, Khofifah Indarparawansa sudah dua kali kalah menghadapi lawan yang sama yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Pertama, Khofifah yang saat itu berpasangan dengan Brigjen (Pur) Mudjiono kalah atas pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Khusus Madura, pemungutan suara dilakukan tiga kali karena adanya dugaan kecurangan.

Pilgub kedua, Khofifah berganti pasangan dengan seorang perwira polisi yang pernah bertugas di Polda Jatim tapi kalah lagi oleh lawan yang sama.

Menanggapi pernyataan Khofifah, Muhaimin balik bertanya siapa yang menghalangi ikut Pilgub Jatim. Dia hanya menyarakan dua kader terbaik NU ini apakah tidak sebaiknya berbagi tugas saja.

Khofifah tetap di kabinet sebagai Mensos sedangkan Saifullah Yusuf yang dua periode menjabat Wagub sekarang didorong bersama dengan warga NU untuk menjadi Gubernur.

“Tapi kalau Mbak Khofifah tetap maju karena ingin balas dendam atas kekalahannya di dua kali Pilgub yang lalu, silakan,” kata Cak Imin di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Sementara itu, KH Miftahul Achyar Suriah PWNU Jatim menyayangkan kalau NU yang sudah utuh terbelah lagi karena persoalan Pilgub. Karena itu PWNU menyarankan Khofifah dan Saifullah Yusuf berbagi tugas demi kemaslahatan warga Nahdliyin dan masyarakat Jatim secara keseluruhan. (jos/dwi/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Jumat, 28 Januari 2022
25o
Kurs