Khofifah Indar Parawansa makin terbuka berbicara ketika ditanya soal Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018. Menteri Sosial itu berjanji akan menyampaikan keputusan dalam waktu dekat, apakah jadi maju atau tidak sebagai bakal calon Gubernur Jatim.
“Aku, kan, sudah ngecek ke beberapa titik, hasilnya sebentar lagi deh,” kata Khofifah seusai rapat koordinasi bersama para koordinator pendamping bantuan sosial nontunai se Jatim di Hotel Mercure Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (19/4/2017).
Kata ngecek Khofifah sampaikan merujuk pada apa yang pernah dia utarakan di SMA Khadijah Surabaya pada Sabtu, 1 April 2017, lalu. Waktu itu, untuk menentukan sikap politik pada Pilkada Jatim, dia mengaku menerapkan sistem cek-detail-yes.
“Saya di program Kementerian Sosial bikin jargon cek-cek-cek, detail-detail-detail, yes-yes-yes,” katanya waktu itu. Dengan tiga tahapan langkah itu, Khofifah akan mengkalkulasi sinyal politik sebagai penentu dia maju atau tidak.
Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu mengaku mencari frekuensi politik, mana yang sama visi dan misinya dan mana yang tidak. “Agar tidak grusa-grusu,” ujar Khofifah.
Tidak hanya itu, dia mengaku akan kedatangan tamu istimewa awal pekan depan ini. Dia adalah Syekh Maulana Afifuddin al-Jaelani, cucu ke-19 Syekh Abdul Qadir Jaelani, ulama sufi yang dihormati di kalangan umat Muslim di dunia.
Rencananya, Syekh Afifuddin akan bertandang ke rumah Khofifah di rumahnya di Jemursari Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 24 April 2017. “Datang, ya,” katanya seusai rapat koordinasi pendamping bansos nontunai di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu malam, 19 April 2017.
Di rumah Khofifah, ulama sufi kelahiran Baghdad, Irak, itu akan mengisi ceramah di hadapan warga setempat. Segala persiapan sudah dilakukan Khofifah untuk menyambut tamu istimewa tersebut. “Kebetulan juga beliau ada agenda di Jawa Timur, jadi yang terdekat datang ke rumah saya di Surabaya,” katanya.
Sebelumnya, jelas khofifah, yekh Afifuddin pernah bertamu di rumahnya di Jakarta. Sebaliknya, Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu juga pernah sowan ke kediaman Syekh Afifuddin. Khofifah juga mengaku saling bertamu dengan ulama dunia lainnya.
“Saya Alhamdulillah berkesempatan waktu berhubungan dengan ulama-ulama dunia. Minggu lalu saya silaturrahim dengan Syekh Hisyam Kabbani, dia Ketua Thariqat dunia,” cerita dia.
Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu mengaku bisa dekat dengan ulama adalah satu hal yang istimewa. Setidaknya berkesempatan agar didoakan oleh mereka. Ditanya apakah nanti akan minta didoakan. “Ya, begitulah. Tidak hal-hal lain selain itu,” ujar Khofifah. (bry/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
