Sabtu, 13 Agustus 2022

Khofifah Berharap Sinergi Ulama NU Jatim dan Aparat Keamanan Wujudkan Pemilu Damai

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Foto: Istimewa.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan perlunya menbangun sinergitas antara ulama dan umaro dalam menjaga pemilu 2019 yang aman dan damai.

Hal itu disampaikan Khofifah dalam pertemuan Silaturahmi Alim Ulama NU se Jatim di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (9/3/2019).

Khofifah mengatakan, menurut hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesisa (LIPI) Agustus 2018, bahwa politik identitas telah mengental di banyak lini. Kemudian, hasil penelitian UIN Syarif Hidayatullah menemukan, dari 34 Provinsi di Indonesia, generasi milenial ternyata memiliki kecenderungan intoleran.

“Politik identitas sara itu cukup dominan dan kemungkinan bisa memicu disharmoni,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, dua hasil penelitian itu bisa menjadi preferensi para Ulama dan aparat negara untuk melakukan antisipasi secara komprehensip.

Khofifah mengatakan, selama ini Provinsi Jatim bisa memberikan layanan terbaik kemanan dan ketertiban, terutama mejaga pemilu yang aman dan damai. Maka dari itu, perlu ada kewaspadaan sesaksama baik itu Ulama NU Se Jatim dan pihak keamanan untuk saling sinergi menjaga Jatim tidak damai.

“Harus ada kewaspadaan seksama. Di sini ada Ulama NU, Pangdam, dan Kapolda. Saat yang sangat tepat untuk bisa saling bangun sinergitas dari seluruh keyperson di Jatim baik ulama maupun umaronya,” katanya. (bid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 13 Agustus 2022
24o
Kurs