Senin, 23 Mei 2022

Ansor: NU Harusnya Dapat Posisi Strategis di Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Yaqut Cholil Qoumas Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor saat memberikan sambutan pada Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Minggu (28/7/2019). Foto: Antara

Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama menyatakan kesiapannya mengisi kursi menteri di kabinet Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dengan kader-kadernya yang berkualitas.

Yaqut Cholil Qoumas Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor mengatakan, Nahdlatul Ulama, terutama GP Anshor memiliki banyak kader muda berkualitas.

Katanya, banyak anak-anak muda yang sangat mumpuni di kalangan NU untuk mengisi posisi menteri strategis, bukan hanya posisi menteri yang melulu itu-itu saja.

“Kami berharap besok pemerintahan Jokowi ini memberi porsi menteri kepada NU di posisi strategis, jangan itu-itu saja,” kata Yaqut, usai menghadiri Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Minggu (28/7/2019).

Yaqut menjelaskan, selama ini NU selalu distigmakan mengisi kursi Menteri Agama, Menteri Desa, atau Menteri Tenaga Kerja. Padahal, banyak kader NU yang punya pengalaman dan kualitas mengisi kursi menteri sektor strategis.

Posisi kursi menteri sektor strategis tersebut, kata Yaqut, di antaranya seperti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan posisi menteri lainnya.

“Saya ini di Komisi VI, yang mengurusi BUMN, tapi bukan berarti saya minta menteri BUMN lho ya, ini contoh,” kata Yaqut lalu tertawa.

Dirinya yakin saat Joko Widodo Presiden menunjuk salah satu kader NU untuk mengisi kursi menteri tidak ada satu kader NU yang akan menolak.

Semua kader NU, kata dia, wajib menjalankan tugasnya dan tidak pernah menolak tugas yang diberikan.

“Jika ini tugas, Ansor akan menolak mundur. Saya yakin, NU akan mendapatkan representasi dalam kabinet, karena selama ini ikut berjuang,” kata Yaqut.

Saat ini NU tengah menggodok nama-nama kandidat yang akan diusulkan kepada Joko Widodo dan Ma’ruf Amin untuk mengisi kursi kabinet mendatang.

Nama-nama itu akan ditentukan untuk posisi mana saja yang sesuai pengalaman kandidat.

Sementara itu, menanggapi peranan oposisi dari partai politik yang ada, Yaqut berpendapat hal itu lumrah. Bahkan, peran oposisi diperlukan untuk mengawasi kinerja pemerintah.

“Hidup itu perlu keseimbangan, seperti juga peran oposisi. Itu diperlukan untuk mengawasi kinerja pemerintah,” kata Yaqut.(ant/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 23 Mei 2022
29o
Kurs