Minggu, 24 Januari 2021

Alumni ITS Doakan Eri-Armuji dan Tak Ada Lagi Saling Menjatuhkan di Pilwali 2020

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Alumni ITS Pasti Siji saat berfoto bersama mengacungkan satu jari mendukung Eri Cahyadi-Armuji di Historisma Cafe Bratang, Sabtu (28/11/2020) malam. Foto: Denza suarasurabaya.net

Sejumlah Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berdoa bersama untuk memberi dukungan moril kepada Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2020, Sabtu (28/11/2020).

Acara doa bersama “Alumni ITS Pasti Siji” ini berlangsung di Historisma Cafe, sebuah kafe yang didirikan di rumah masa kecil Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, di kawasan Bratang.

Alumni ITS Dukung Eri Cahyadi
Alumni ITS berdoa bersama untuk Eri Cahyadi dan Pilwali Surabaya 2020. Foto: Denza suarasurabaya.net

Fuad Bernardi Putra Risma yang juga merupakan Alumni ITS angkatan 2008 turut hadir dalam kegiatan doa bersama di tengah para alumni ITS dari berbagai angkatan dan jurusan itu.

Bukhori Alumni Teknik Sipil ITS angkatan 1994 yang datang mewakili teman-teman seangkatannya bilang, Eri Cahyadi-Armuji Paslon Nomor 1 perlu mendapat dukungan.

“Meneruskan kebaikan menurut saya hal yang sangat tepat. Karena 10 tahun kerja Bu Risma tidak akan lebih istimewa kalau tidak diteruskan orang yang tepat,” ujarnya.

Dia bilang, Alumni ITS memiliki keterkaitan kuat dengan Risma yang juga alumni jurusan Arsitektur ITS angkatan 1987. Dia mengaku tidak hanya sekali berkomunikasi dengan Risma.

Alumni ITS, kata dia, juga punya relasi kuat dengan PDI Perjuangan. Yang mana di masa sebelum reformasi, menurutnya PDIP telah memperjuangkan nasib rakyat.

“Jadi, bagi saya, momentum ini adalah saat yang tepat untuk bersama-sama memperjuangkan Eri Cahyadi menjadi wali kota, untuk meneruskan kebaikan Bu Risma,” katanya.

Fuad Bernardi Putra Risma
Fuad Bernardi Putra Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat menyampaikan sambutan di acara doa bersama Alumni ITS Pasti Siji. Foto: Denza suarasurabaya.net

Fuad Bernardi Putra Risma mengatakan, ada kemungkinan masa jabatan Wali Kota Surabaya setelah ibunya hanya 3,5 tahun saja, karena pada 2024 ada Pemilu Serentak.

“Berarti wali kota selanjutnya harus tancap gas mengeksekusi program yang dijanjikan per Maret 2021. Kalau bukan yang dipilih Ibu, bisa enggak paham,” kata Fuad.

Menurut Fuad, Ibunya memilih mendorong Eri Cahyadi maju Pilwali Surabaya dengan berbagai pertimbangan. Karena Eri dalam setiap program Risma menurutnya juga sangat berperan.

“Kalau Bu Risma punya program, istilahnya yang mencarikan anggarannya Cak Eri. Permakanan gratis contohnya. Sampai pejabat dari luar negeri ketika datang ke Surabaya heran,” katanya.

Hal ini, menurutnya, berkaitan dengan pemberian dana untuk setiap RT senilai Rp187 juta berupa program yang disebut Armuji saat Debat Publik Kedua Pilwali 2020 beberapa waktu lalu.

Anggaran permakanan itu termasuk subsidi silang dari anggaran untuk setiap RT yang diserahkan kepada Kelurahan untuk berbagai kebutuhan kampung.

“Nah, kan, tidak semua kampung butuh pavingisasi dan lain-lain. Anggaran itu yang kemudian dialokasikan untuk permakanan. Jadi meskipun APBD-nya kecil tetap bisa memberikan permakanan gratis dan BPJS PBI. Ini kontribusi Cak Eri,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan Proyek Underpass Mayjend Sungkono. Sampai akhirnya proyek itu 100 persen tanpa APBD, yang menginisiasi dan meyakinkan para pengembang, menurutnya juga Eri Cahyadi.

“Karena itulah, Surabaya ini perlu penerus Bu Risma yang bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Secara keturunan juga, beliau (Eri) adalah kalangan Santri, turunan Kiai. Masih ada silsilah dengan Kiai Kholil Bangkalan,” ujarnya.

Brian Vernando Koordinator Alumni ITS Pasti Siji (1) mengatakan, doa bersama itu sengaja digelar pada minggu terakhir masa kampanye untuk memberikan dorongan spiritual bagi Eri-Armuji.

“Usaha sudah kami lakukan, doa kami panjatkan. Berharap yang terbaik untuk saudara kami Cak Eri Cahyadi, InsyaAllah beliau pantas memimpin Kota Surabaya” kata Alumni Fakultas Vokasi ITS itu dalam sambutannya.

Dia mengajak hadirin untuk berdoa agar Pilwali Kota Surabaya 2020 berjalan lancar tanpa hambatan, tidak ada lagi premanisme dan saling menjatuhkan sampai hari pencoblosan pada 9 Desember mendatang.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
24o
Kurs