Selasa, 11 Agustus 2020

Ketua DPP PDIP Serukan Pemerintah Beri Perhatian Utama Pada Desa Untuk Topang Kemandirian Pangan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mindo Sianipar Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat. Foto: Istimewa

Mindo Sianipar Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, menyatakan partainya berkomitmen untuk selalu mendorong Indonesia mencapai kemandirian pangan.

Dalam rangka itu, DPP PDIP meminta jajarannya di seluruh daerah di Indonesia agar menginventarisasi potensi komoditas pangan di daerah masing-masing. Dari informasi itu, pihaknya di tataran pusat akan bergotong royong membuat formula yang tepat bagi daerah.

“Kita ini, PDIP, harus memakai jejaring kita seluruh Indonesia, harus diingat itu. Mari kita buat inventarisasi itu dan dikirim ke DPP partai, sampaikan ke Bidang Kerakyatan,” kata Mindo, dalam webinar dengan tema Kedaulatan Pangan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno pada Selasa (23/6/2020).

Acara itu dihadiri secara virtual oleh ratusan pengurus daerah partai itu. Sebagai pembicara, adalah Rokhmin Dahuri Ketua DPP PDIP bidang kelautan dan perikanan, Bustanul Arifin Guru Besar Ilmu Perekonomian Pertanian Unila, Ni Putu Eka Wiryastuti Bupati Tabanan, dan Kirana Larasati.

Kata Mindo, DPP PDIP Bidang Kerakyatan akan melakukan pembicaraan khusus atas informasi potensi pangan di daerah. Sekaligus perencanaan hingga pelaksanaan program pengembangan produksi pangan di daerah.

Lebih jauh, Mindo mengatakan pihaknya sudah menyampaikan pesan kepada aparatur pemerintahan bahwa perlu langkah ‘penyembuhan’ setelah dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Mindo mengharapkan pihak yang paling utama disembuhkan dimulai dari desa.

“Pasalnya, desa memiliki potensi penyembuhan paling kuat karena memiliki alat produksi, tanah, pertanian, sumber daya manusia, dan yang paling utama adalah semangat gotong royong,” pungkas dia.

Eka Wiryastuti Bupati Tabanan menambahkan, kemandirian pangan di sektor domestik akan tumbuh sepanjang adanya kepercayaan saling timbal balik antara pemerintah dengan rakyatnya. Dijelaskannya, banyak komoditas pangan di Tabanan surplus 50 persen karena hubungan tersebut.

“Kita harus bergotong royong untuk menciptakan trust ini. Kalau masyarakat sudah sudah percaya, baru masyarakat bergeliat atau bersemangat, khususnya di bidang kedaulatan pangan,” kata Eka.

Untuk diketahui, Tabanan merupakan salah satu daerah kabupaten di Provinsi Bali yang dianggap sukses dalam mendorong produksi pangan.(faz/bas/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020
31o
Kurs