Rabu, 25 Mei 2022

PDI Perjuangan Minta Petahana yang Menang atau Kalah Kembali Bekerja

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) saat menjawab pertanyaan wartawan dalam Jumpa Pers Virtual usai pengumuman Cakada PDIP tahap V, Rabu (2/9/2020). Foto: Istimewa

Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan meminta para pemenang Pilkada Serentak berdasarkan quick count dan real count tidak berpuas diri, semuanya harus menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU.

Para calon yang menang juga tidak merayakan acara euforia yang berlebihan.

“Masyarakat saat ini sedang menderita karena pandemi Covid-19, rasanya tidak layak merayakan sebuah pesta,” ujar Hasto di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Hasto menjelaskan, Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan selalu mengingatkan cara-cara yang beradab dalam menjalankan demokrasi.

Jadi, kata dia, semua harus dalam spirit peningkatan kualitas demokrasi dan sesuai koridor peraturan perundangan terkait pelaksanaan pilkada.

“Bagi kandidat atau Petahana yang menang lanjutkan bekerja, Petahana yang kalah juga jangan memprovokasi rakyat, kembalilah bekerja,” tegasnya.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan mengapresiasi kerja keras seluruh elemen pemerintah dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan Pilkada Serentak Pilkada 2020.

Momentum Pilkada Serentak di tengah pandemi diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin yang kuat dan mampu memberi solusi atas berbagai permasalahan di wilayahnya.

Hasto mengatakan, penyelenggaraan Pilkada sejauh ini masih berjalan dengan aman dan tertib. Semua itu terwujud atas kerja sama yang baik antara penyelenggara pemilu, TNI, dan Polri.

“Kedisiplinan rakyat yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan selama proses pencoblosan juga mencerminkan kesadaran sejarah bahwa rakyat Indonesia memang memiliki jiwa disiplin dan solid seperti yang ditunjukkan para tokoh Pendiri Bangsa.” Kata Hasto.

Bagi PDI Perjuangan, lanjut Hasto, kemenangan Pilkada 2020 bukanlah segala-galanya. Pilkada bukan urusan hidup dan mati. Partai akan selalu berdiri tegak mengawal kepentingan rakyat. Menang maupun kalah harus segera kembali bekerja mengurus kebutuhan rakyat di tengah pandemi Covid-19.

“Pilkada menjadi tolok ukur bagaimana kaderisasi kepemimpinan Partai mampu menghasilkan kader-kader Partai sebagai kepala dan wakil kepala daerah,” jelasnya.

Kata dia, hasil hitung cepat hanya gambaran sementara, pengumuman resmi KPU adalah kunci. PDI Perjuangan akan mengawal suara rakyat secara konstitusional. Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Partai senantiasa mengawal proses rekapitulasi suara sampai pada keputusan/penetapan pemenang. Sebab, suara rakyat merupakan kedaulatan tertinggi di negeri ini.

Hasto menegaskan, PDI Perjuangan menyerukan agar semua pihak tetap fokus pada penanganan pandemi Covid-19, disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci demi pulihnya sektor kesehatan dan ekonomi. Mengingat kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Apalagi dalam hitungan hari lagi akan ada libur panjang Natal dan Tahun Baru yang perlu diawasi bersama-sama.

Menurut Hasto, sejarah akan mencatat kalau Indonesia pernah menggelar pilkada di masa pandemi. Untuk itu, PDI Perjuangan mendorong KPU mendata dengan saksama angka partisipasi rakyat dalam Pilkada Serentak 2020. Termasuk berbagai problem atau kendala. Apakah partisipasi rakyat rendah atau meningkat di tengah pandemi ini. PDI Perjuangan berharap agar dari setiap penyelenggaraan pilkada selalu ada peningkatan partisipasi pemilu dan peningkatan kualitas demokrasi.

“Pada saatnya PDI Perjuangan akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terkait pilkada 2020,” pungkas Hasto.(faz/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
28o
Kurs