Selasa, 7 Desember 2021

PDIP Menilai Risma Cekatan Hadapi COVID-19 di Surabaya

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Pemkot Surabaya, Senin (16/3/2020). Foto : Istimewa

PDI Perjuangan (PDIP) menilai kepemimpinan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya cekatan dalam menggerakkan anak buahnya dan masyarakat dalam menanggulangi wabah COVID-19.

Adi Sutarwijono Ketua DPC PDI Surabaya mengatakan, dalam hitungan hari, Tri Rismaharini telah melahirkan berbagai terobosan kebijakan taktis untuk melindungi warga Surabaya.

Begitu 13 Maret 2020, Presiden Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden 7/2020 tentang Gugus Tugas Penanganan Virus Corona, yang di daerah dipimpin Bupati/Wali Kota, Risma langsung bergerak.

“Tanggal 14 Maret, Bu Risma melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah mengeluarkan surat edaran meliburkan anak-anak sekolah PAUD-SMP, berganti pembelajaran di rumah,” ujar Adi Sutarwijono Ketua DPC PDIP Kota Surabaya dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (20/3/2020).

Risma yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan, kata Adi juga melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Sakit Universitas Airlangga, tentang pencegahan dan penanganan COVID-19.

“Bu Risma juga bekerja keras untuk mempertahankan agar Surabaya tidak lockdown, karena langkah itu dinilai akan memperburuk situasi masyarakat kita,” kata Adi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Menurut Adi, Tri Rismaharini juga menggerakkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya, dan menyesuaikan dengan protokol kesehatan dalam menjalankan pelayanan publik.

“Bu Risma juga membangun ratusan wastafel di tempat-tempat umum dan pelayanan publik. Jumlah wastafel yang dibangun akan bertambah sesuai kebutuhan. Di banyak jalan raya, di tempat pelayanan umum, kantor pemerintah, taman, dan sebagainya,” ujar Adi.

Lewat pembangunan wastafel, lanjut dia, Risma telah mengampanyekan kepada warga Surabaya tentang pola cuci tangan dengan metode yang benar, yakni ketika kotoran larut dalam air mengalir.

Adi menilai kebijakan menerjunkan Satpol PP dan Linmas melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik, sekolah dan tempat ibadah: masjid-masjid, gereja, kelenteng, pura, dan vihara sangat diapresiasi warga.

Apalagi, kata Adi, dapur umum juga dibuka di Balai Kota Surabaya untuk membuat minuman ramuan rempah-rempah dan telur rebus, yang hasilnya didistribusikan ke masyarakat di banyak kelurahan dan kecamatan.

“Sehingga rakyat tahu, kita semua sedang mengalami krisis akibat wabah Corona. Sekaligus mengampanyekan pola hidup sehat pada masyarakat,” ujar Adi.

Secara keseluruhan, DPC PDIP Kota Surabaya memuji kepemimpinan Tri Rismaharini dalam memimpin Kota Pahlawan ini menghadapi krisis akibat wabah Corona.

“Kepemimpinan Bu Risma sangat cekatan, dan menggerakkan. Bu Risma juga membuat imbauan dengan nge-vlog, dan tersebar lewat berbagai saluran media sosial. Isinya, mengedukasi masyarakat, menggerakkan semua potensi kota. Karena penanganan Corona harus melibatkan berbagai pihak, tidak hanya peran aktif pemerintah,” kata Adi.

Ia menyebutkan, kader-kader PDI Perjuangan di Surabaya antusias melalukan kerja-kerja gotong-royong, memperkuat upaya-upaya Pemerintah Kota Surabaya di lapangan.

“PDI Perjuangan ikut membuat minuman dari rempah-rempah, membagi-bagikan ke rakyat, sambil mengampanyekan hidup sehat. Juga menyemprot disinfektan,” kata Adi. (bid/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
25o
Kurs