Kamis, 29 Oktober 2020

Presiden: Krisis Akibat Pandemi Covid-19 Harus Jadi Momentum Memperbaiki Diri

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia, Jumat (14/8/2020) di Ruang Sidang Paripurna MPR, Senayan, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden, pagi hari ini, Jumat (14/8/2020), menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Peringatan ke-75 Kemerdekaan Indonesia, di Ruang Sidang Paripurna MPR RI, Senayan, Jakarta.

Sidang tahunan MPR kali ini berlangsung dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Di hadapan anggota MPR RI baik yang hadir di lokasi maupun mengikuti sidang secara virtual, Presiden mengajak semua pihak menjadikan masa krisis ini sebagai momentum untuk membenahi diri.

Menurut Jokowi, sekarang adalah waktunya untuk melakukan sebuah lompatan, transformasi, dan menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.

“Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar. Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh pihak melakukan reformasi fundamental dalam cara bekerja.

Jokowi bilang, krisis kali ini memaksa semua orang mengubah cara kerja, dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa.

Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi ringkas, serta dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil.

Sejalan dengan itu, Jokowi menyebut pola pikir dan etos kerja juga harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan.

Selain itu, Presiden menegaskan perlunya memprioritaskan efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi. Kemudian, kedisiplinan dan produktivitas nasional juga harus ditingkatkan.

Pada kesempatan itu, Presiden kembali mengajak seluruh pihak mengambil pelajaran dari krisis yang terjadi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, momentum krisis harus bisa dibajak untuk melakukan lompatan kemajuan.(rid/cus)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
33o
Kurs