Minggu, 25 Oktober 2020

REI Jatim Sebut Visi Eri Cahyadi Selaras dengan Dunia Usaha

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Eri Cahyadi dan Armuji di depan pengusaha dari DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Kamis malam (17/9/2020). Foto: Istimewa

Eri Cahyadi dan Armuji Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya bertemu dengan jajaran pengusaha dari DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Kamis malam (17/9/2020).

Soesilo Efendy Ketua DPD REI Jatim, menilai sosok Eri Cahyadi memiliki komitmen untuk menjalin kemitraan sinergis antara pemerintah dan dunia usaha, sehingga bisa semakin banyak membuka lapangan pekerjaan.

”Visi dan misi Pak Eri Cahyadi luar biasa, selaras dengan visi dunia usaha untuk terus menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Soesilo usai acara.

Selama ini, kata dia, Eri Cahyadi adalah sosok yang solutif. Eri dikenal banyak memiliki terobosan selama berkiprah belasan tahun di Pemkot Surabaya, di antaranya saat menjadi kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang; Plt kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau; serta kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

Soesilo berharap, apa yang menjadi visi Eri Cahyadi diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk terwujud dengan menjadi wali kota Surabaya. “Apa yang sudah disampaikan Pak Eri semoga akan terwujud,” ucapnya.

Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, komitmennya untuk tetap mempertahankan Surabaya sebagai kota ramah bisnis tidak akan pernah berubah. Bagi Eri, dunia usaha adalah mitra untuk mengembangkan perekonomian rakyat.

“Surabaya adalah kota ramah bisnis. Jangan ada kesulitan berinvestasi. Karena ujung dari investasi adalah lapangan kerja, pengurangan pengangguran, pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan rakyat,” ujar Eri yang baru saja dinobatkan sebagai lima besar peraih nilai tertinggi sekolah calon kepala daerah dari PDI Perjuangan yang diikuti 212 calon bupati/walikota/gubernur se-Indonesia.

Dia menceritakan bagaimana semasa mengabdi di Pemkot Surabaya selalu berupaya membantu dunia usaha. Eri juga menilai para pengusaha di Surabaya memiliki komitmen kuat untuk membantu ekonomi rakyat dan memajukan kota. Dia mencontohkan underpass di kawasan Jalan Mayjend Sungkono yang bisa membantu mengurai kemacetan, yang lahir dari kontribusi para pelaku usaha.

“Pembangunan underpass Mayjen Sungkono tidak menggunakan uang satu sen pun dari APBD. Berarti Surabaya ini maju karena pengusahanya baik-baik,” ucap Eri.

Berkat dunia usaha pula, sambung Eri Cahyadi, perekonomian Surabaya terus membaik, meski kini sedikit terpukul karena pandemi Covid-19. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat, sehingga bisa digunakan untuk menata kampung, pavingisasi perkampungan, memberi beasiswa, menyediakan layanan pendidikan-kesehatan gratis, dan sebagainya.

“PAD meningkat salah satunya karena aktivitas ekonomi para pelaku usaha. Jadi saya sangat senang kalau investasi terus berkembang, karena yang diuntungkan itu rakyat. Anak-anak tidak putus sekolah ya karena pengusaha bayar pajak dan retribusi. Kalau pemerintah daerah tidak pro investasi, ya yang rugi pemerintah dan rakyatnya karena daerah akan stagnan, rakyatnya tidak sejahtera,” ujar Eri. (bid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Minggu, 25 Oktober 2020
34o
Kurs