Minggu, 7 Juni 2020

Relawan Eri Gagas Program Kampung Anti Corona

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Kegiatan warga menyemprot disinfektan. Foto: Istimewa

Program Kampung Anti Corona (Karina) yang digagas Relawan Eri Cahyadi terus menggalakkan pencegahan corona mandiri. Di wilayah Demak Timur Kelurahan Gundih, para relawan membentuk Satgas Corona di tingkat kampung. Mereka melakukan karantina mandiri bahkan memantau warga yang ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pemantauan).

Hari Cahyono Satgas Corona RT 5 RW 6 Demak Timur mengatakan, mitigasi pencegahan Covid-19 tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Apalagi saat ini rumah sakit rujukan Covid-19 sedang overload. Karena itu, Relawan Eri Cahyadi bergerak di kampung-kampung untuk melakukan mitigasi agar tidak terjadi penumpukan di fasilitas kesehatan.

“Saat Pusat Grosir Surabaya (PGS) ditutup karena ada pedagang yang positif Covid-19, semua orang yang bekerja di sana dinyatakan ODP. Ada satu warga kami yang bekerja di sana. Meski cuma satu, tapi yang jadi ODP akhirnya seisi rumah. Akhirnya kami pantau dan kami minta untuk tidak ke mana-mana,” kata Hari dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (14/5/2020).

Hari mengatakan, kebutuhan warga yang dinyatakan ODP itu disiapkan oleh warga kampung agar mereka tidak perlu keluar rumah sampai masa karantina mandiri selesai.

“Saat ini komunikasi kami terus intens. Namun, mereka belum ada permintaan kebutuhan apapun karena semua sembako masih cukup,” katanya.

Sejak corona jadi pandemi, Relawan Eri Cahyadi bergerak dengan tujuan agar kampung-kampung di Surabaya memiliki protokol mandiri pencegahan corona. Mereka mendorong karantina mandiri dilakukan di kampung-kampung dengan membatasi lalu lintas warga sekaligus disiplin penggunaan alat pencegahan. Program yang diberi nama Kampung Anti Corona (Karina) itu tak hanya fokus di bidang kesehatan, tapi juga ekonomi.

Relawan Eri Cahyadi awalnya adalah gerakan untuk mendorong agar Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya digantikan oleh Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko). Namun, di tengah kesulitan warga karena pandemi global, relawan lebih banyak bergerak untuk membantu meringankan beban masyarakat akibat Covid-19.

“Sejak awal fokus kami bukan semata politik. Tapi menjadi solusi di tengah masyarakat. Alhamdulillah, program ini direspons baik oleh warga kampung. InsyaAllah sudah ada 1.000 Karina di Surabaya,” kata Hari Cahyono.

Aris Dwi Santoso Ketua RT 5 RW 6 Demak Timur mengatakan, tak hanya karantina mandiri, warga kampung melakukan sterilisasi minimal seminggu dua kali. Mereka juga memasang wastafel di hampir setiap meter ruas jalan. “Ini tidak mengandalkan dinas manapun, hanya menggunakan pompa air milik kampung yang dirancang sedemikian rupa,” kata Aris.

Tak hanya itu, hampir setiap hari, satgas kampung mengecek suhu tubuh warga secara rutin. “Kalau ada yang mencurigakan, langsung dikoordinasikan ke puskesmas terdekat. Kami juga membagikan masker, hand sanitizer, dan sembako bagi mereka yang terdampak ekonomi karena corona,” ujar Aris. (bid/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Khoirul Asyhar Perdana

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Minggu, 7 Juni 2020
26o
Kurs