Sabtu, 25 Juni 2022

Survei ASTI: Lia Istifhama Jadi Primadona Kandidat Wakil Wali Kota Surabaya

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Simulasi kandidat 3 pasangan calon menurut hasil survey ASTI. Foto: Istimewa

Lia Istifhama memiliki elektabilitas tinggi sebagai kandidat Wakil Wali Kota Surabaya dalam hasil survei yang dirilis lembaga Akurat Survei Terukur Indonesia (ASTI), Kamis (20/3/2020). Keponakan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim itu menyalip figur-figur lain seperti Azrul Ananda dan Armuji.

Lia Istifhama mendapat angka keterpilihan 16,95 persen responden, Azrul Ananda 15,25 persen responden, dan Armuji 8,47 persen.

Menyusul tiga besar figur itu, lalu ada Herlina Harsono Njoto dengan 6,78 persen responden, Dyah Katarina 5,08 persen, Dwi Astutik 3,39 persen, dan Gunawan 3,39 persen.

dr Gamal Albinsaid yang gencar mendekati kau milenial masih cukup rendah di angka 1,69 persen, sama dengan Arifin Hamid 1,69 persen.

Dari survei ini, ketidaktahuan responden masih sangat tinggi di angka 35,59 persen.

Baihaki Siratj Manager Operasional ASTI mengatakan, secara kenyataan bahwa semua kandidat sampai saat ini belum bisa dinyatakan aman karena ketidaktahuan dan ketidakpilihan masyarakat masih tinggi.

“Kalau kandidat mau menang harus betul turun ke masyarakat mensosialisasikan dirinya secara langsung,” kata Baihaki saat merilis hasil survei di Surabaya, Kamis (19/3/2020).

Elektabilitas Kandidat Wakil Wali Kota Surabaya. Foto: Istimewa

Baihaki mengatakan, nama Lia Istifhama memang menonjol dalam survei kandidat Wakil Wali Kota baik individu maupun disimulasikan berpasangan.

Misalnya, saat disimulasikan tiga pasangan, Whisnu Sakti Buana-Lia Istifhama (19,43 persen), Machfud-Zahrul Azhar (16,67 persen), dan Moh. Yasin-Gunawan (2,78 persen). Selebihnya 61,11 persen menjawab tidak tahu.

Lalu, saat disimulasi kandidat pasangan dengan Machfud, nama Lia Istifhama mampu mendongkrak keunggulan elektabilitas. Dalam survei ini, Machfud-Lia Istifhama (18,92 persen), Eri Cahyadi-Armuji (16,22 persen), dan Moh. Yasin-Gunawan (2,70 persen). Selebihnya 62,16 persen menjawab tidak tahu.

Namun, kata Baihaki, nama Lia baru menurun atau kalah bila dipasangkan dengan Eri Cahyadi, berhadapan dengan pasangan Machfud-Azrul Ananda.

“Angkanya hampir merata, Machfud-Lia tinggi. Tapi saat berhadapan formasi Eri Cahyadi-Lia berhadapan Machfud-Azrul, maka Mahfud-Azrul menang dan Eri Cahyadi-Lia kalah. Setelah digandengkan lagi Whisnu-Lia berhadapan Machfud-Gus Hans maka Whisnu-Lia unggul,” katanya.

Survei ASTI untuk mengukur peta elektabilitas dan preferensi pemilih ini dilakukan pada 9-15 Maret 2020 dengan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel 800 dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Metode pengumpulan data, responden terpilih diwawancarai secara tatap muka menggunakan kuisioner tertutup dan terbuka,” kata Baihaki. (bid/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 25 Juni 2022
24o
Kurs