Kamis, 11 Agustus 2022

Hasto Contohkan Kantor PDIP Yogyakarta Tahan Gempa

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan. Foto: Istimewa

Berbagai kegiatan PDI Perjuangan (PDIP) mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Mulai dari peserta HUT ke-48 Partai secara daring terbanyak, penanaman pohon oleh anggota Partai terbanyak hingga pembagian tumpeng untuk rakyat terbanyak.

Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP menegaskan PDIP sebagai pemenang pemilu dua kali berturut-turut dan juga pengusung utama Presiden dan Wakil Presiden, ingin agar sadar bencana dan merawat lingkungan menjadi konsep pembangunan.

“Bagi PDI Perjuangan, penghargaan MURI membuktikan bahwa kerja-kerja partai mendapat apresiasi publik. Sesuai perintah dari Ibu Ketua Umum Ibu Megawati , kami ditugaskan merawat lingkungan, sadar bencana. Jadi bukan sekedar menanam pohon dan membersihkan sungai. Bahkan juga dalam tata kota hingga arsitektur bangunan,” kata Hasto, Senin (18/1/2021).

Di Partai berlambang banteng moncong putih itu, lanjut Hasto, langkah konkret PDIP dilakukan dalam pembangunan kantor Partai di Yogyakarta.

“Salah satu buktinya adalah kantor DPD PDI Perjuangan Yogyakarta dimana hari ini saya ikut rapat partai dengan MURI dari sini. Bangunan ini bukan hanya green building, tapi juga dibangun tahan gempa. Ini salah satu bentuk kesadaran akan lingkungan,” papar Hasto.

Tak hanya itu, Hasto mengungkapkan, para kepala daerah asal PDIP, anggota DPR, DPRD maupun struktural Partai, kerap dipertemukan dengan BMKG, BNPB, hingga ahli tata ruang agar sadar bencana dan memiliki karakter merawat lingkungan.

“Sebagai kader PDI Perjuangan, setiap struktural partai, eksekutif Partai, legislatif Partai, sering kami pertemukan agar membangun kesadaran tata ruang yang aman bencana dan pro terhadap lingkungan,” urai Hasto.

Bahkan dalam beberapa momen penting Partai, Kepala BMKG hingga Kepala BNPB sering diundang PDIP untuk memberikan penjelasan pentingnya pemahaman akan bencana dan menjaga kelestarian alam.

Sebab, dicontohkan Hasto, peristiwa likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah tahun 2018 lalu, sebenarnya BMKG sudah menginformasikan peringatan jauh sebelumnya.

Atas dasar itu, menurut Hasto, Indonesia perlu merombak kembali paradigma pembangunan dan mereorientasi konsepsi pembangunan dengan prinsip dasar sadar bencana dan menjaga keseimbangan alam.

“Pengalaman ini tak ingin sekedar dilewatkan oleh PDI Perjuangan, namun harus menjadi pelajaran untuk perbaikan pembangunan tata ruang kita ke depannya,” pungkas Hasto.

Sebagaimana diketahui, di awal 2021, Indonesia kembali berduka, gempa 6,2 Magnitudo mengguncang Majene Sulawesi Barat, tak hanya itu, Banjir besar juga terjadi di Kalimantan Selatan.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
28o
Kurs