Kamis, 9 Februari 2023

Dubes RI untuk Jepang Minta WNI Ikuti Instruksi Pemda Setempat Terkait Rudal Balistik Korut

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Heri Akhmadi Duta Besar RI untuk Jepang. Foto: KBRI Tokyo

Heri Akhmadi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang khususnya yang bermukim di Prefektur Aomori dan Hokkaido agar tetap tenang dan mematuhi instruksi dari Pemerintah Daerah setempat menyusul adanya penembakan rudal balistik Korea Utara yang melintas wilayah Jepang, Selasa (4/10/2022) pukul 07.23 waktu setempat.

“Saya meminta kepada teman-teman WNI khususnya yang tinggal di wilayah Aomori dan Hokkaido agar tetap tenang dan terus memantau serta mengikuti instruksi dari pemerintah daerah setempat khususnya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari,” ujar Dubes Heri.

“Hubungi kami jika anda semua berada dalam situasi darurat. Kami siap membantu,” tambahnya.

Dalam keadaan darurat WNI dapat menghubungi KBRI Tokyo di nomor +818035068612, +818049407419. Untuk kontak darurat KJRI Osaka dapat dihubungi di nomor +818031131003.

Kata Heri, Warga Indonesia juga dapat menghubungi 119 untuk memanggil ambulans dan pemadam kebakaran. Selain itu warga Indonesia dapat menghubungi 110 untuk mengontak kepolisian jika terjadi kecelakaan dan kejahatan.

Sekadar diketahui, Korea Utara menembakkan rudal balistik ke wilayah Jepang pada Selasa, 4 Oktober 2022 pukul 07.22 waktu setempat. Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, rudal tersebut melewati wilayah timur laut Prefektur Aomori dan jatuh di luar wilayah ZEE Jepang (sekitar 3,000 km/ 1,860 mil dari Jepang) sekitar pukul 7.46 pagi waktu setempat.

Pemerintah Jepang mengeluarkan imbauan bagi penduduk di Aomori dan Hokkaido untuk mencari tempat perlindungan di bangunan yang kokoh atau bawah tanah sebagai antisipasi. Jalur kereta wilayah Hokkaido dan Aomori juga sempat dihentikan sementara imbas dari kejadian ini. Namun saat ini telah beroperasi kembali setelah pemantauan Pemerintah di lokasi jatuhnya rudal. Peringatan ini tercatat sebagai yang pertama dalam kurun waktu 5 tahun.

KBRI Tokyo secara langsung dan melalui simpul-simpul masyarakat telah mengeluarkan imbauan untuk waspada serta mengikuti arahan pemerintah setempat bagi para WNI di wilayah Hokkaido dan Aomori. Hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang terdampak. Jumlah WNI di wilayah Hokkaido tercatat sebanyak 936 dan di wilayah Aomori sebanyak 166.(faz/ipg)

Berita Terkait