Senin, 26 Februari 2024

Ganjar Berharap Pemerintah Segera Bereskan Masalah Pengungsi Rohingya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ganjar Pranowo Capres di Gedung Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Jalan Monumen Timur, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (6/12/2023). Foto: Antara

Ganjar Pranowo calon presiden nomor urut 3 pada Pilpres 2024 berharap pemerintah secepatnya mengatasi persoalan pengungsi Rohingya yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kota Sabang, Aceh.

“Saya berharap agar pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah ini (pengungsi Rohingya),” kata Ganjar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (6/12/2023) dilansir Antara.

Dia menegaskan dukungan apa pun sikap pemerintah terkait pengungsi Rohingya. Menurutnya, keputusan untuk menerima atau menolak sudah pasti melalui proses penilaian yang matang.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun optimistis, Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus calon wakil presidennya mampu menangani pengungsi Rohingya sesuai arahan Joko Widodo (Jokowi) Presiden.

“Ya, sedang dilakukan assessment (penilaian) kan ya. Saya kira itu cara paling netral sebelum kita memutuskan iya atau tidak,” ujarnya.

Ganjar melanjutkan, situasi politik dunia hari ini begitu cepat mengalami perubahan. Mulai dari konflik Ukraina, persaingan ekonomi antara China dan Amerika Serikat, konflik Palestina, hingga pengungsi Rohingya yang dapat mengubah konstelasi dunia.

Posisi Indonesia, lanjut Ganjar, menjadi tidak mudah menghadapi tantangan geopolitik hari ini dan mendatang.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemikiran yang lebih kritis, lebih analitis untuk membaca perubahan-perubahan yang terjadi.

“Kita butuh lebih kritis, kita butuh lebih analitis karena sangatlah penting untuk membaca perubahan-perubahan lingkungan eksternal apalagi dunia yang saat ini berlangsung begitu cepat,” tambah Ganjar.

Selain itu, dia mengingatkan perlu adanya refleksi kebebasan dalam menghadapi tantangan geopolitik. Sebab, Indonesia menganut paham politik bebas aktif sesuai kondisi saat ini.

Dengan demikian, kebebasan yang dianut bukan hanya kebebasan untuk tidak memihak, namun juga kebebasan di antara individu untuk mencari partner yang sama-sama menguntungkan dan saling menghormati.

Lebih lanjut, menurut Ganjar aktif juga harus bisa didefinisikan ulang (redefine) bahwa Indonesia aktif di perdamaian dunia, maka harus aktif mengemukakan solusi pada negara-negara yang tengah berkonflik.

“Karena konflik itu berdampak terhadap segala hal termasuk ekonomi, gelombangnya bisa sampai ke Indonesia,” imbuhnya.

“Maka menciptakan keamanan dan perdamaian di kawasan berkonflik itu penting, kemudian organisasi yang di dunia penting, terutama PBB dan ASEAN yang bisa adjust dengan kondisi terkini,” pungkas Ganjar.(ant/mel/bil/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Senin, 26 Februari 2024
26o
Kurs