Sabtu, 24 Februari 2024

PDIP Apresiasi Bupati Trenggalek Selesaikan Tesis tentang Sarinah

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mochamad Nur Arifin Bupati Trenggalek dan Novita Hardini istrinya. Foto : Humas Pemkab Trenggalek

PDI Perjuangan memberikan apresiasi terhadap kader Partai yang membangun kepemimpinan intelektual dengan menggali pemikiran Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri seperti yang diteliti oleh Mochamad Nur Arifin Bupati Trenggalek.

Hal ini disampaikan Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan dalam keterangannya, Senin (3/7/2023).

“Bupati Trenggalek melalui tesis S2 di Universitas Airlangga mengangkat pemikiran Bung Karno tentang Sarinah dan mengkonstruksikan secara akademis tentang pandangan Bung Karno terhadap peran penting perempuan,” ujar Hasto.

Kata Hasto, dalam penelitiannya, Bupati Mochamad Nur Arifin menyebutkan Buku Sarinah memuat setidaknya 3 konsep utama, yaitu Filsafat feminisme Bung Karno, Pelurusan makna sosialisme dan konsep pemberdayaan perempuan yang melibatkan laki-laki.

Mochamad Nur Arifin juga mengatakan sebagai sebuah filsafat yang diharapkan sendiri oleh Bung Karno akan menjadi satu ajaran yang dipedomani sebagai disebutkan, “pedoman perjuangan perempuan revolusioner untuk mencapai tujuan-sosial yang revolusioner!”

Dalam penelitiannya, lanjut Hasto, secara ontologis Bung Karno menelaah pra-sejarah, sejarah dan masa kini untuk melihat perebutan kuasa dan dominasi baik disisi perempuan maupun laki-laki.

“Secara epistimologis Bung Karno membandingkan bagaimana feminisme marxisme, bagaimana kehadiran agama berusaha mengatasi ekses patriarki, bagaimana kapitalisme merubah hubungan peran dan gerakan wanita di dunia,” terangnya.

“Kemudian Bung Karno mengajukan satu sistem yang berimbang, yang di dalamnya perempuan dan laki-laki tidak berebut dominasi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, menurut Hasto, PDI Perjuangan mengapresiasi penelitian yang dilakukan Bupati Trenggalek tersebut. Partai terus mendorong tradisi intelektual menjadi semakin tumbuh kuat di PDIP.

“Sehingga terus mendorong para kadernya untuk memantapkan tradisi tersebut dengan kemampuan akademik yang langsung diaplikasikan sebagai materi muatan ideologi partai termasuk pandangan Bung Karno terhadap peran penting perempuan,” pungkas Hasto.(faz/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs