Senin, 6 Februari 2023

Pengamat: Koalisi Parpol Perlu Menjaga Soliditas di Tengah Dinamika Jelang Pemilu 2024

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Pimpinan Partai Golkar, PAN dan PPP yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), melakukan pertemuan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (6/11/2022). Foto: Istimewa

Wacana koalisi menuju Pemilu 2024 semakin dinamis dengan manuver sejumlah partai politik.

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terbentuk paling awal juga menghadapi ujian soliditas.

Yusak Farchan Pengamat Politik Citra Institute mengatakan, KIB yang terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP harus menjaga kekompakan karena sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon presiden.

“Modal dasar KIB kan sudah 25,8 persen kursi parlemen, terbesar kedua di antara poros-poros koalisi yang sejauh ini terbentuk. Jadi, KIB harus menjaga soliditas,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mendeklarasikan sekretariat bersama.

Kesepakatan politik itu pun membuat sejumlah parpol berpotensi merapat dengan salah satu koalisi.

Lebih lanjut, Yusak bilang deklarasi Sekretariat Bersama PKB dan Gerindra bisa juga diartikan macetnya komunikasi mereka dengan PDI Perjuangan.

Dengan begitu, KIB berpeluang merapat ke PDIP.

“Kalau PDIP dan KIB bergabung mengusung Ganjar, tentu akan menjadi koalisi yang kuat dan solid. Koalisi keduanya bakal mungkin di bawah restu Joko Widodo Presiden,” tambahnya.

Profil KIB, sambung Yusak, dari awal memang sudah terkunci menjadi koalisi penerus pemerintahan Jokowi.

“Artinya, KIB akan cenderung mengikuti ke mana arah politik Jokowi, dan sejauh ini kan memang Ganjar yang mendapat prioritas endorsement dari Jokowi,” jelasnya.

Kalau PDIP mengajukan Ganjar sebagai capres, Yusak menyebut peluang berkoalisi dengan KIB sangat besar.

“Agar tidak ketinggalan kereta, lebih bagus KIB segera menetapkan capres-cawapres. Lalu, KIB harus agresif lagi membangun komunikasi politiknya terutama dengan PDIP,” tandasnya.

Henri Satrio Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menilai, langkah sejumlah parpol sejauh ini belum mengubah peta politik.

Menurutnya, manuver partai politik tidak berarti tanpa deklarasi calon presiden dan calon wakil presiden.

“Gerindra-PKB kan baru sekretariat bersama, tapi belum deklarasi. Jadi, sebenarnya kondisinya sama sekali belum berubah. Sekretariat kan gedung, bisa dibubarkan. Berbeda kalau sudah ada deklarasi capres-cawapres,” katanya.

Dia melanjutkan, semua koalisi masih dalam situasi sama antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, dan Koalisi Perubahan. Masing-masing belum melakukan deklarasi capres-cawapres.

“Sebetulnya saat ini Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, Koalisi Indonesia Bersatu, dan Koalisi Perubahan, sama posisinya. Yaitu belum ada pergerakan apa-apa,” pungkasnya.(rid)

Berita Terkait