Rabu, 17 April 2024

Terima Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin, Ketua MPR RI Dukung Conference of the Parties 28 di Uni Emirat Arab

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Bambang Soesatyo Ketua MPR RI menerima Judge Dr. Abdelsalam Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) sekaligus Sekjen Zayed Award for Human Fraternity di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/10/2023). Foto : istimewa

Bambang Soesatyo (Bamsoet) Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar menerima Judge Dr. Abdelsalam Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) sekaligus Sekjen Zayed Award for Human Fraternity.

MHM merupakan lembaga internasional independen yang dipimpin Grand Syekh Al Azhar Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb. Didirikan di Abu Dhabi pada tahun 2014, beranggotakan para cendekiawan dan tokoh bangsa yang bercirikan keadilan, kebijaksanaan, dan moderasi. Bertujuan mempromosikan perdamaian di masyarakat muslim dan non-muslim, menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, hidup berdampingan dan persaudaraan manusia.

“Kita mendukung MHM yang memprakarsai ‘Paviliun Agama’ dalam rangkaian Conference of the Parties 28 (COP-28) pada November 2023 di Uni Emirat Arab. Menjadi sejarah baru untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan COP-28, menyiapkan platform global dialog antar agama dalam menghadapi isu perubahan iklim,” ujar Bamsoet usai menerima Judge Dr. Abdelsalam, di Jakarta, Jumat (6/10/2023).

Turut hadir antara lain Prof. Din Syamsuddin Ketua Kehormatan, Presidium of Inter Religious Council (IRC) Indonesia, dan Prof. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi Presiden Universitas Darussalam Gontor.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pada 4 Oktober 2023, MHM secara resmi membuka kantor cabang di Jakarta.

Bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi Agama dan Perubahan Iklim di Jakarta, dihadiri 150 peserta yang merepresentasikan berbagai agama di Asia Tenggara, cendekiawan, akademisi, dan generasi muda yang peduli terhadap isu perubahan iklim. Sekaligus persiapan menuju COP-28.

“Paviliun Agama dalam COP-28 akan menghidupkan nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam menyikapi perubahan iklim, pelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Mengingat perubahan iklim dan kelestarian lingkungan saat ini menjadi isu global yang mengemuka. Dalam kaitan ini, peran dan kontribusi tokoh agama dalam membangun kesadaran, kepedulian, dan komitmen kolektif masyarakat sangat penting dan strategis,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, tokoh agama menjadi penyebar informasi yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Sekitar 61,7 persen masyarakat percaya atau sangat percaya terhadap informasi yang disampaikan tokoh agama, melebihi tingkat kepercayaan pada informasi yang bersumber dari keluarga, ketua lingkungan, hingga ketua adat.

“Kondisi di dunia sepertinya juga tidak jauh berbeda. Fakta ini harus dioptimalkan oleh para tokoh agama untuk menyebarkan hal-hal di luar ranah religiusitas. Seperti menyampaikan pesan dan aksi penyelamatan lingkungan dari krisis iklim yang semakin nyata,” pungkas Bamsoet. (faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Rabu, 17 April 2024
28o
Kurs