Kamis, 25 Juli 2024

Tanpa Kehadiran Jokowi, PDIP Sebut VVIP dalam HUT ke-51 PDIP adalah Rakyat

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP (kiri) dan Ahmad Basarah Ketua DPP PDIP dalam konferensi pers di kantor DPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2024). Foto : Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

PDI Perjuangan akan menggelar HUT ke-51 pada 10 Januari 2024 mendatang. Acara yang digelar di sekolah partai PDIP ini tidak dihadiri Joko Widodo (Jokowi) Presiden karena sedang berkunjung ke Filipina.

Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP mengatakan, bagi partainya, VVIP atau undangan khusus dalam HUT nanti adalah rakyat.

Hasto tidak menjawab secara tegas pertanyaan wartawan soal apakah Jokowi diundang dalam acara HUT PDIP tersebut.

“VVIP dalam HUT ke-PDIP adalah rakyat, karena setiap ulang tahun partai kita selalu melihat ke dalam seluruh spiritualitas partai. Kami juga melihat bagaimana tanggung jawab PDIP ke luar. Maka pidato ketua umum dalam rangkaian pembukaan HUT PDIP adalah untuk menyampaikan suatu perjalanan panjang dari PDIP dan pesan-pesan politik yang akan beliau sampaikan mulai dari Pemilu sampai ke tema Satyam Eva Jayate,” ujar Hasto dalam konferensi pers di kantor DPP PDIP jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2024).

PDIP, kata Hasto, menghormati kepada Jokowi yang juga bertugas ke luar negeri demi untuk kepentingan rakyat.

“Kemudian terkait dengan bapak Jokowi, kita juga merasakan betapa pentingnya urusan bangsa dan negara. Dari juru bicara bapak Presiden Jokowi sudah menyebutkan bahwa beliau akan menjalankan tugas kenegaraan ke Filipina dan tugas kenegaraan untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat. Sehingga dua-duanya (dengan PDIP) sama tugasnya dengan Presiden Jokowi. Kami hormati itu,” jelas Hasto.

Hasto mengatakan HUT Ke-51 Partai kali ini tidak digelar secara akbar dan khusus di satu tempat. Karena itu, Hasto menyampaikan pihaknya hanya mengundang khusus 51 tamu.

PDIP juga tidak mengundang Gibran Rakabuming Raka Wali Kota Surakarta dan Bobby Nasution Wali Kota Medan.

“HUT ini di tingkat nasional. Tetapi akan di-relay secara langsung di seluruh daerah, sehingga seluruh kepala daerah PDI Perjuangan ikut. Terkait Mas Gibran, nasibnya sama seperti Mas Bobby. Karena berdasarkan Konstitusi, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusung partai politik dan gabungan partai politik,” kata Hasto.

Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) RI ini menyampaikan Partai Politik tidak boleh mengusung dua orang yang berbeda dalam Pemilu.

Dengan kata lain, karena Gibran menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto, bukan Ganjar Pranowo seperti yang diusung resmi oleh PDIP, maka keanggotaan wali kota Solo itu di Partai pun otomatis gugur. Begitu juga Bobby, yang menyatakan mendukung iparnya, Gibran.

“Maka keanggotaannya (Gibran dan Bobby), berdasarkan konstitusi negara dan UU Partai Politik itu secara otomatis sudah berakhir,” lanjut Hasto.

Namun demikian, Hasto menyampaikan HUT ke-51 PDIP kali ini disiarkan secara terbuka. Setiap orang, termasuk Gibran dan Bobby bisa mengaksesnya, termasuk mendengar pidato Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP.

“Kalau mau dengar pidato karena disiapkan live streaming ulang tahun PDI Perjuangan, boleh,” jelas Hasto.

Hasto mengatakan PDIP tentu membuka pintu bagi siapa pun untuk menyampaikan selamat ulang tahun ke Partai.

“Pak Jakowi mau mengirimkan ucapan selamat, beliau, kan, jadi presiden seluruh rakyat Indonesia. Jadi, ucapan selamat termasuk dari wartawan, kami akan terima dengan senang hati,” tandas Hasto. (faz/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
29o
Kurs