Minggu, 8 Maret 2026

AS Gunakan Pangkalan Militer Inggris untuk Operasi Terhadap Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Foto: Antara

Amerika Serikat mulai menggunakan pangkalan militer Inggris untuk melakukan operasi terhadap Iran. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu (7/3/2026).

“Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan khusus guna mencegah Iran menembakkan rudal ke wilayah tersebut, sehingga membahayakan nyawa warga Inggris,” kata kementerian Pertahanan Inggris.

Bahkan jet tempur Typhoon dan F-35 Inggris telah terlibat dalam operasi udara di Yordania, Qatar, dan Siprus. Disusul London yang juga mengerahkan helikopter Merlin ke wilayah tersebut.

Sementara itu kondisi di pusat kota Nicosia, Sirpus sedang tidak kondusif karena ratusan orang berkumpul untuk melaku aksi protes terhadap keberadaan pangkalan militer Inggris di negara yang bukan jangkauannya itu.

Dikutip dari Antara pada Minggu (8/3/2026), Lebih lanjut para pengunjuk rasa dilaporkan membawa spanduk bertuliskan “Siprus bukan landasan peluncuranmu” dan “Pangkalan Inggris keluar.”

Nikos Christodoulides Presiden Siprus tidak menyangkal akan isu terkait pangkalan militer Inggris yang baru akan diangkat setelah konflik di kawasan Timur Tengah berakhir.

Seperti diketahui sebelumnya, pada 28 Februari AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang sudah memakan banyak korban jiwa di kalangan masyarakat sipil serta menyebabkan banyak kerusakan.

Iran menanggapi serangan tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Awalnya pihak AS dan Israel mengklaim serangan pencegahan yang mereka lakukan berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka justru merevisi pernyataanya dengan menyebut bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Apalagi serangan yang diluncurkan AS-Israel terhadap Iran membuat Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung, karena Ayatollah Ali Khamenei sang Pemimpin Tertinggi wafat dalam serangan tersebut.

Insiden ini pun menyita banyak perhatian, salah satunya Vladimir Putin Presiden Rusia yang menyampaikan jika pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran itu merupakan pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat dibenarkan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam keras operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera. (ant/mar/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 8 Maret 2026
23o
Kurs