Krisis berkepanjangan yang melanda Venezuela kembali menjadi sorotan dunia dan memunculkan kekhawatiran akan dampak lanjutan di sektor energi global.
Merespons situasi tersebut, Ratna Juwita Sari Anggota Komisi XII DPR RI mengingatkan pentingnya Indonesia memperkuat ketahanan energi nasional agar tidak terjebak dalam gejolak geopolitik internasional.
Ratna menilai, meskipun konflik Venezuela sarat dengan kepentingan politik global, Indonesia tetap harus waspada terhadap efek domino yang bisa merembet ke kawasan Asia, termasuk pada stabilitas pasokan dan harga energi.
“Yang paling penting bagi Indonesia adalah memastikan ketahanan energi kita berdiri di atas kaki sendiri. Krisis Venezuela berpotensi memicu dampak global, dan sejarah menunjukkan bahwa konflik di sana tidak pernah lepas dari persoalan minyak,” ujar Ratna di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa energi saat ini tidak lagi sekadar urusan ekonomi, melainkan telah menjadi alat strategis dalam percaturan geopolitik global.
Menurut Sekretaris DPP PKB Bidang Sumber Daya Alam tersebut, ada sejumlah pelajaran penting yang harus menjadi bahan refleksi bagi Indonesia. Satu di antaranya kenyataan bahwa kekayaan energi tidak otomatis menjamin kedaulatan suatu negara.
“Venezuela memiliki cadangan minyak yang sangat besar, tetapi ketergantungan pada satu sektor, minim diversifikasi energi, dan lemahnya tata kelola justru membuat negara itu sangat rentan terhadap tekanan dari luar,” jelasnya.
Selain itu, Ratna menilai sektor energi kerap menjadi pintu masuk intervensi ekonomi dan politik. Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah untuk memastikan kebijakan energi nasional tidak mudah dipengaruhi oleh dinamika dan kepentingan global.
“Energi sering kali dijadikan alat tekanan. Karena itu, Indonesia harus memiliki kebijakan energi yang kuat, mandiri, dan berorientasi jangka panjang,” katanya.
Ratna juga menekankan bahwa kedaulatan energi merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Isu energi, menurutnya, harus ditempatkan sebagai strategi besar negara yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, hingga stabilitas politik.
“Indonesia tidak boleh menunggu krisis datang baru bertindak. Kasus Venezuela harus menjadi peringatan dini bahwa ketahanan energi bukan pilihan, melainkan keharusan bagi kedaulatan bangsa,” tegas Ratna. (faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
