Kamis, 22 Januari 2026

Bertemu Ketua Parlemen Korsel, Puan Apresiasi Penghargaan bagi PMI Pahlawan Kebakaran Hutan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Puan Maharani Ketua DPR RI saat menerima kunjungan Woo Won-Shik Ketua Majelis Nasional Republik Korea di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Foto: istimewa

Puan Maharani Ketua DPR RI menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Korea Selatan atas penghargaan yang diberikan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Sugianto, yang dinilai berjasa dalam aksi kemanusiaan saat kebakaran hutan di Negeri Ginseng.

Hal tersebut disampaikan Puan saat menerima kunjungan Woo Won-Shik Ketua Majelis Nasional Republik Korea di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

“Yang Mulia, izinkan saya menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Presiden Republik Korea kepada Bapak Sugianto, warga negara Indonesia, atas aksi kemanusiaannya menyelamatkan warga lanjut usia saat kebakaran hutan di Korea Selatan,” ujar Puan dalam pertemuan bilateral tersebut.

Puan menilai tindakan heroik Sugianto mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang juga dihargai oleh masyarakat Korea Selatan.

“Aksi tersebut menunjukkan kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Seperti diketahui, Sugianto PMI asal Indramayu, mendapat penghargaan langsung dari Lee Jae-myung Presiden Korea Selatan atas keberaniannya mengevakuasi para lansia saat kebakaran hutan melanda wilayah Uiseong–Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025.

Atas jasanya, Sugianto juga memperoleh Visa F-2, yang membuka peluang tinggal jangka panjang hingga status penduduk tetap di Korea Selatan.

Menanggapi pernyataan Puan, Woo Won-Shik menyampaikan rasa hormat dan keharuan atas aksi kemanusiaan Sugianto yang dinilainya mencerminkan nilai universal solidaritas dan kemanusiaan.

Selain isu perlindungan PMI, Puan dan Woo Won-Shik turut membahas penguatan kerja sama ekonomi, geopolitik, serta sosial budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.

Puan menyoroti semakin kuatnya pengaruh budaya Korea di Indonesia yang dinilai mampu mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Melalui interaksi budaya, hubungan antar masyarakat tumbuh secara alami, memperkuat saling pengertian, dan membangun ikatan emosional,” kata Puan.

Ia juga menyinggung kesamaan nilai sosial kedua bangsa, seperti gotong royong di Indonesia dan sangbusangjo di Korea, sebagai fondasi kerja sama lintas komunitas.

Dalam bidang pendidikan, Puan mendorong penguatan beasiswa dua arah, riset bersama, serta pertukaran mahasiswa dan dosen sebagai investasi hubungan jangka panjang RI–Korsel.

“Kami juga memandang penting penguatan program bahasa sebagai sarana melahirkan duta budaya dan memperluas pemahaman lintas generasi,” ujarnya.

Puan turut mengajak parlemen Korea Selatan memperluas kolaborasi di sektor kepemudaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, yang dinilai semakin strategis dalam memperkuat diplomasi antar masyarakat.

Usai pertemuan, Puan mengajak Woo Won-Shik dan rombongan meninjau Gedung DPR RI, termasuk Gedung Kura-Kura, yang dibangun pada era Soekarno Presiden sebagai simbol peran negara-negara berkembang dalam tatanan global.

“Sejak awal, gedung ini dirancang sebagai simbol aspirasi negara berkembang untuk memiliki suara yang setara. Semangat itu terus kami jaga dalam diplomasi parlemen Indonesia,” jelas Puan.

Menutup pertemuan, Puan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Parlemen Korea Selatan dan dialog yang berlangsung hangat.

“Terima kasih atas kunjungan dan diskusi yang produktif hari ini. Gamsahabnida,” pungkas Puan.(faz/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 22 Januari 2026
27o
Kurs